Hasil-hasil Rapat Kerja Nasional ISMAPETI

0
196

Livestockreview.com, Kampus. Rapat Kerja Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia yang digelar di Yogyakarta pada akhir Maret lalu dibagi dalam 2 komisi.

Komisi I membahas mengenai program kerja internal ISMAPETI mneghasilkan rekomendasi konsep kegiatan yang akan dilaksanakan. Komisi 2 membahas isu-isu peternakan untuk dijadikan sebagai arahan kerja ISMAPETI 2 tahun kedepan.

Tempat pelaksanaan kegiatan

Kegiatan yang akan dilaksanakan ISMAPETI dalam 2 tahun ke depan yaitu:
– Bakti Mahasiswa Peternakan Indonesia (BAMPI) ; dilaksanakan di Lampung

  • BAMPI merupakan kegiatan ISMAPETI yang mengarah pada pengabdian masyarakat atau bersifat sosial. Diharapkan melalui BAMPI, semangat pengabdian masyrakat mahasiswa Peternakan semakin bertambah.
  • Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia (TIMPI) dan Dies Natalis; dilaksanakan di Lombok
  • TIMPI merupakan kegiatan temu ilmiah mahasiswa peternakan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada dunia peternakan secara ilmiah dan dapat diaplikasikan. TIMPI merupakan kegiatan yang mengarah pada keilmuan dan kompetisi antar mahasiswa Peternakan. Diharapkan melalui TIMPI dapat tercipta satu karya populer atau rangkuman tentang Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia.
  • Periode kali ini, TIMPI disatukan dengan DIES NATALIS ISMAPETI yang jatuh pada tanggal 18 April.
  • Musyawarah Nasional (MUNAS) XII ISMAPETI ; dilaksanakan di Bandung
  • MUNAS merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam masa pergantian kepengurusan. Selain pergantian kepengurusan diharapkan MUNAS dapat menjadi sarana batu loncatan untuk menjadi lebih baik.

Arahan Kerja ISMAPETI

Dua tahun ke depan ISMAPETI tetap mengawal isu-isu yang berhubungan dengan kelangsungan kesejahteraan peternakan di Indonesia. Kebijakan impor bahan pakan, daging dan produk peternakan lainnya perlu disikapi secara serius. Mahasiswa sebagai analisator perlu memberikan masukan terbaik terkait impor yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Proses penanggulangan penyakit melalui manajemen ternak yang baik tetap akan disuarakan ISMAPETI melalui kegiatan-kegiatan wilayah mapun nasional. Zoonis dapat terjadi apabila konsep budidaya yang dilakukan tidak baik sehingga manajemen ternak yang baik diperlukan untuk mengurangi penyakit.

Potensi ternak lokal tetap menjadi isu utama yang diusung dalam setiap kegiatan ISMAPETI. Setiap daerah memiliki jenis ternak maupun sumber daya pendukung peternakan yang khas daerah. Setiap daerah perlu berpikir untuk mengembangkan sumber daya lokal sehingga mencapai kesejahteraan daerah.

Pembentukan departemen peternakan juga menjadi agenda utama dalam kerja-kerja ISMAPETI Diharapkan dalam wadah ISMAPETI inilah mucul generasi-generasi penerus yang mampu menjawab tantangan kesejahteraan peternakan. Untuk menjadi sebuah mahakarya yang indah perlu proses yang cukup lama. Kerja-kerja yang dilakukan saat inilah dilakukan untuk menggapai impian masa depan itu.

ISMAPETI perlu membuka jaringan Internasional. Hal tersebut berarti menuntut sumber daya manusia yang handal, yang mampu memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sehingga ISMAPETI mampu membuka jaringan Internasional. Merapikan jaringan Nasional yang telah ada dan sedikit demi sediit menginisiasi jaringan Internasional.

RAKERNAS XI ISMAPETI dihadiri oleh 18 Institusi di Seluruh Indonesia

Wilayah I :

  • Universitas Andalas Padang
  • Universitas Negeri Jambi
  • Universitas Negeri Lampung
  • Universitas Sriwijaya Palembang

Wilayah II :

  • Institut Pertanian Bogor
  • Universitas Padjajaran Bandung

Wilayah III :

  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Jendral Soedirman
  • Universitas Diponogoro Semarang
  • Universitas Negeri Sebelas Maret Solo
  • Akademi Peternakan Karanganyar

Wilayah IV :

  • Universitas Brawijaya Malang
  • Universitas Udayana Denpasar
  • Universitas Tribuana Tunggal Dewi Malang
  • Universitas Mataram Lombok

Wilayah V :

  • Universitas Hasanudin Makassar
  • Universitas 45 Makassar
  • STIP Toli-Toli