Tren Global Pembentuk Industri Susu: Gaya Hidup Hemat

Livestockreview.com, Referensi. Adanya krisis ekonomi dunia pada 2009 lalu menyebabkan kepercayaan konsumen di seluruh dunia perlahan-lahan runtuh, dan orang-orang semakin khawatir akan kehilangan pekerjaan. Menurut penelitian terbaru oleh konsumen GfK Roper Consulting, cukupnya uang untuk hidup dengan baik adalah hal nomer tiga yang menyita perhatian konsumen. Berdasarkan penelitian tersebut, 31% konsumen di seluruh dunia menyebutkan hal di atas sebagai hal utama yang menyita perhatian mereka.

Selain itu, jajak pendapat yang dilakukan pada Oktober 2008 menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap krisis keuangan yang terjadi saat itu, berdampak negatif pada 79% orang Amerika yang memiliki kekhawatiran tersebut. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat 41% konsumen yang “menunda” pembelian sampai krisis teratasi. Oleh karena itu, saat ini konsumen lebih mementingkan nilai dari suatu produk dengan cara membeli produk-produk alternatif yang dapat memberikan nilai yang sama dengan produk yang biasa mereka beli.

Akibatnya, semakin banyak orang yang melakukan economising atau penghematan. Mereka akan mencari penawaran terbaik, sehingga yang mereka lakukan bukanlah mengurangi konsumsi produk susu, tetapi mengubah perilaku berbelanja mereka dengan membeli susu yang diperkaya, dan memilih budget brands daripada premium brand.

Sebagai contoh, meskipun konsumen Eropa Barat sebagian besar membeli susu mereka di supermarket atau hipermarket, persentase susu yang dijual baik di toko diskon atau non-grocery retailer, seperti toko serba ada (toserba), telah tumbuh sebesar 7,5% selama tiga tahun terakhir dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. Saat ini, konsumsi akan produk dengan private label di Eropa Barat mewakili sekitar 36% dari total konsumsi susu putih. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami perilaku menghemat  adalah sebuah konsep relatif. Untuk seseorang, penghematan mungkin berarti memesan pizza daripada makan di restoran mahal, sedangkan untuk yang lain hanya memesan pizza mungkin sebuah kemewahan sendiri. Sejauh mana seseorang akan berhemat sangat tergantung pada berbagai faktor, termasuk seberapa besar krisis ekonomi yang terjadi. TPDI

Spread the love

Leave a Reply