Ternyata, Populasi Sapi Jawa Tengah Terbesar Kedua di Indonesia

Livestockreview.com, Bisnis. Menteri Pertanian Suswono, memaparkan, populasi hewan ternak sapi potong di Provinsi Jawa Tengah 2011, mencapai 1,9 juta ekor atau terbesar kedua di Indonesia.

“Sehingga, Jateng merupakan populasi sapi potong terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur,” kata Suswono disela acara “Panen Pedet” di Wonogiri, Jateng, belum lama ini.

Menurut Menteri Pertanian, populasi sapi dan kerbau di Jateng 2011 mencapai 2,1 juta ekor, sedangkan Jatim terbesar dengan populasi mencapai 4,7 juta ekor. Oleh karena itu, Provinsi Jateng bertekad daerahnya menjadi pusat sapi potong yang mampu menyuplai provinsi di pulau Jawa, Sumatera, dan provinsi daerah lainnya.

Kegiatan panen pedet di Wonogiri tersebut, kata dia, bentuk apresiasi pemerintah Pusat terhadap Pemerintah daerah dan seluruh komponen pendukungnya termasuk petugas lapangan inseminator dan peternak dalam memajukan peternakan sapi lokal dan persilangan di Jateng.

Kegiatan panen pedet sebelumnya juga dilakukan di tiga provinsi yakni Lampung, Aceh, dan Jatim. Diharapkan kegiatan itu, dapat lebih memotivasi daerah lain untuk meningkatkan populasi ternak untuk mendukung program nasional. Menurut Menteri, dengan upaya menyukseskan program swasembada daging sapi dan kerbau (PSDS/K) tahun 2014, antara lain optimalkan inseminasi buatan dan kawin alam, pengembangan RPH dan pengendalian pemotongan sapi betina produktif.

Sinkronisasi birahi sebagai bagian dari kegiatan IB, memiliki peran besar dalam peningkatan populasi dan produksi. Hal itu, secara teknis dalam dijelaskan sebagai suatu tindakan medis pemberian preparat hormon protagladin pada sapi-sapi betina produktif terseleksi bertujuan penyerataan birahi dalam satu kelompok.

Pada tahapan ini, kata dia, peran dan intervensi pemerintah melalui inseminator sangat penting, karena untuk proses penyuntikan hormon harus benar-benar tepat waktu dan dosisnya. Hormon termasuk daftar obat keras, sehingga diperlukan keahlian tindakan medis. Para peternak sapi di Jateng, terutama di Kabupaten Wonogiri telah mengikuti program pemerintah, yakni melaksanakan sinkronisasi birahi, sehingga menghasilkan kelahiran serentak hingga Desember 2011 mencapai 316 ekor anak sapi.

“Hal ini, Wonogiri secara langsung mendukung percepatan pencapaian PSDS/K tahun 2014,” katanya. Menurut Menteri, kegiatan panen pedet di Wonogiri merupakan pesta rakyat yang dirancang oleh peternak sapi untuk para peternak lainnya dari, oleh dan untuk peternak.

Kegiatan tersebut juga dapat dijadikan event tahunan pesta peternak sapi, yang tidak saja dapat memamerkan pedet-pedet (anak sapi), tetapi juga sebagai ajang produksi bagi peternak sendiri. Menteri Pertanian berharap bahwa kegiatan tersebut dapat berlanjut dan dikembangkan menjadi contoh bagi kabupaten lainnya dalam rangka meningkatkan populasi ternak.

“Kegiatan ini, diharapkan diperoleh efek ganda, yakni peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak sekaligus menunjang percepatan swasembada daging sapi,” kata Pak Menteri Pertanian RI.  follow our twitter: @livestockreview

sumber: antara | editor: soegiyono

Spread the love

Leave a Reply