Sinkronisasi Regulasi Bidang Peternakan

Livestockreview.com, Referensi. Kelangkaan ketersediaan daging sapi telah berpengaruh pada daya saing industri pemrosesan daging, dan dikhawatirkan akan memberikan pengaruh negatif terhadap inflasi. Walaupun kontribusi daging sapi terhadap inflasi kelompok bahan makanan di DKI Jakarta pada bulan Januari 2013 hanya sebesar 0,0215% dibanding daging ayam ras (0,1111 %) dan telur ayam ras (0,0534 %), namun kekhawatiran tersebut didasarkan kepada potensi dampak inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi terutama terhadap pendapatan dan biaya produksi di pedesaan.

Banyaknya tanggapan dan komentar yang “simpang siur” mengenai karut marut bisnis sapi potong turut memperkeruh suasana, sehingga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Untuk itu, diperlukan informasi yang transparan dan akuntabel, agar mampu menjelaskan kondisi yang sesungguhnya sehingga tercipta iklim usaha yang kondusif menuju terbentuknya keseimbangan baru industri peternakan sapi potong di Indonesia.

Berbagai kebijakan operasional pembangunan peternakan yang kontra produktif perlu segera dikoreksi, dibenahi, dan disesuaikan. Oleh karenanya, perlu dilakukan harmonisasi kebijakan, yang akan menunjang perkembangan terbentuknya keseimbangan baru. Kebijakan pemerintah sebagaimana dijabarkan dalam 5 kegiatan pokok dan 13 langkah operasional tampaknya belum dilaksanakan secara maksimal yang membuat kekhawatiran banyak pihak terhadap keberlanjutan program swasembda daging pasca 2014.

Sangat beragamnya kondisi wilayah kepulauan di Indonesia dan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya, dapat memberikan justifikasi yang salah dalam pengambilan kebijakan jika cara analisisnya menggunakan asumsi teknis secara nasional yang diseragamkan. Oleh karenanya diperlukan pendekatan yang komprehensif dan pertimbangan yang matang dalam setiap kebijakan yang akan diterapkan.

follow our twitter: @livestockreview

sumber: pb ispi | editor: soegiyono

Spread the love

Leave a Reply