Kontras, Konsumsi Protein Hewani di Perkotaan dan di Pedesaan

Livestockreview.com, Referensi. Kesenjangan sosial yang tinggi antara masyarakat desa dan masyarakat pedesaan di Indonesia menimbulkan perbedaan angka pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia. Masyarakat perkotaan terutama di Jakarta misalnya, sudah memenuhi angka pemenuhan protein hewani dengan konsumsi 30 kg/kapita. Tetapi untuk masyarakat pedesaan masih sangat kurang dengan angka konsumsi 0,5 kg/kapita.

Rendahnya konsumsi protein pada masyarakat pedesaan disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih rendah. Harga produk unggas yang lebih murah jika dibandingkan dengan harga daging sapi dapat dijadikan alternatif dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Para peternak unggas Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan produksi daging sapi lokal yang menurun karena kalah bersaing dengan produk impor. Kenapa masyarakat harus ribut masalah daging sapi kalau kontribusinya pemenuhan daging secara nasional ternyata hanya 18 persen? Bandingkan dengan kontribusi produk unggas yang mampu memenuhi kebutuhan daging nasional hingga 66%.

follow our twitter: @livestockreview

penulis: h3st1 | editor:sugiyono

Spread the love

Leave a Reply