Keunggulan Daging Merah

Livestockreview.com, Produk Olahan. Daging acap dihubungkan dengan lemak, kolesterol, dan kegemukan, bahkan ada anggapan daging dapat mengundang berbagai penyakit. Akibatnya, kini daging merah dianggap sebagai bahan makanan yang patut dijauhi. Padahal, faktanya tidak sehoror itu.Menghindari konsumsi daging sebenarnya bukanlah tindakan yang bijak. Daging merah merupakan sumber protein yang baik dan kaya akan mineral penting untuk tubuh, seperti zat besi, seng, mangan, serta vitamin-vitamin B seperti tiamin, riboflavin, dan niasin. Untuk menghindari lemak yang berlebih, kita dapat saja memilih daging yang mengandung sedikit lemak.

Daging kambing misalnya, ternyata lebih baik daripada daging sapi atau ayam, karena memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah. Dalam 100 gram daging kambing terkandung 154 kalori, 9,2 mg lemak, dan 3,6 mg lemak jenuh. Sedangkan dalam 100 gram daging sapi terdapat 207 kalori, 14 mg lemak, dan 51 mg lemak jenuh. Pada daging ayam terdapat 302 kalori, 25 mg lemak, dan 0,9 mg lemak jenuh. Berdasarkan data tersebut, daging kambing dianggap sebagai daging yang cukup baik untuk dikonsumsi dan cocok sebagai pilihan bagi orang yang sedang melakukan diet karena derajat keasamannya mendekati dengan PH tubuh manusia sehingga tubuh kita akan mudah untuk menyesuaikan diri.

Saran pemilihan dan pemasakan
Jika ingin mengkonsumsi daging, pilihlah daging yang masih segar dan baru. Atau bila Anda membeli daging impor di supermarket, pilih daging berlabel ‘good’, karena paling rendah kandungan lemaknya.Saat akan memasak, sedapat mungkin pisahkan lemak dari daging. Usahakan memasak dengan cara direbus atau dipanggang, menggoreng daging justru akan menambah kandungan lemak dan kolesterol.

Yang paling penting dalam urusannya dengan daging adalah, jangan berlebihan mengkonsumsi daging. Batasi porsi daging dengan hanya menyantap 3-5 ons saja setiap kali makan. Serta hindari makan lebih dari 6 kali porsi daging setiap minggunya.

Jika anda memutuskan menghindari daging, Anda harus mencari sumber gizi lain untuk menggantikan nutrisi penting yang dimiliki daging. Pilihlah bahan makanan kaya protein seperti kacang-kacangan serta produk olahannya, telur, atau ikan. Untuk mendapatkan zat besi dan seng, Anda bisa mengkonsumsi sayuran hijau. sm/ind

Spread the love

3 thoughts on “Keunggulan Daging Merah

  1. Yang perlu dipertanyakan adalah apakah “desas-desus” bahwa lemak jenuh alami itu berbahaya atau tidak. Aku katakan desas-desus karena setiap nutrisionist yang mengatakan LJ berbahaya tak pernah menunjukkan bukti penelitian mana. Penelitian Mozaffarian malah kebalikannya. Dia mengukur pembuluh darah dari empat kelompok yang mengasup lemak. Dia sendiri terkejut ketika menemukan bahwa “semakin sedikit orang mengasup lemak jenuh, semakin sempit pembuluh darahnya. Yang mengasup lemak jenuh terbanyak malah terjadi regresi dari proses penyempitan pembuluh darah” Gila bukan? Semakin banyak mengasup LJ semakin lebar pembuluh darah. “Asupan karbohidrat malah menjadikan penyempitan pembuluh darah” Gila. Gah pernah diekspose di mass media.

  2. Ceritera yang menarik lagi adalah saat Suku Indian Amerika saat dia masih hidup mengembara dan hidup dari berburu. Mereka berburu dengan lari mengejar buruan mereka. Mereka sembelih dan dagingnya diberikan pada anjingnya, mereka hanya mengambil lemaknya untuk dijadikan “pemmican” Ini adalah contoh bahwa makan lemak adalah makanan nenek moyang kita. Tradisi makan seperti ini masih dianut pada suku Eskimo. Mereka gak terkena diabetes, tak terkena penyempitan pembuluh darah, tak ada kanker.Semakin Eskimo mengikuti makanan orang barat yang dipenuhi makanan olahan, mereka semakin terkapar pada PJK,Kanker dan penyakit degeneratip lainnya.

  3. Aku gak mengerti situs livestockreview.com seperti ini menyerah pada desas-desus lemak adalah berbahaya. Anjuranku, makanlah seperti nenek moyang kita yang tak pernah sakit jantung dan kanker. Makanlah lemak alami seperti usus,hati dan lemak yang lain.

Leave a Reply