Total Omset Industri Perunggasan Rp 92 Trilyun

Livestockreview.com, Berita. Walaupun bahan baku pakan dan bibit GPS ternak ayam masih didatangkan dari impor, namun produk daging dan telur ayam sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal itu didukung oleh kinerja industri perunggasan yang sangat kinclong, dengan omset sampai dengan lepas farm mencapai Rp 92 trilyun, dan aset mencapai Rp. 65-70 trilyun. Itulah sebabnya dalam sebuah diskusi “Catatan Awal Tahun Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di Jakarta pada awal Janauri lalu, Koordinator Forum Perunggasan Indonesia Don Oetoyo optimis industri perunggasan mampu mendukung ketahanan pangan nasional, utamanya dalam hal pemenuhan kebutuhan protein hewani asal unggas.
Secara lebih detail, Oetoyo menguraikan tentang struktur industri perunggasan, yakni produksi DOC saat ini mencapai 1,3 milyar ekor, pakan mencapai 9,6 juta ton. Adapun telur, produksinya 1,2 – 1,5 juta ton dengan total omset mencapai Rp 25 trilyun.Dengan pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5,9% dan pertumbuhan penduduk nasonal sebesar 1,6%, “pertumbuhan industri perunggasan berkisar 7-10% per tahun,” ujar Oetoyo.
Tantangan industri perunggasan yakni GPS yang masih impor.”Apabila impor GPS sekarang, maka produksi DOC komersial baru kelihatan setelah dua tahun lagi,” tambahnya.Itulah sebabnya manajemen impor GPS mesti diatur agar 2 tahun ke depan dapat dikontrol supplay DOC di tingkat komersial. Dalam pengenaan bea masuk impor beberapa bahan baku pakan seperti yang tertuang dalam Kepmenkeu No 241/PMK.011/2010, Oetoyo menandaskan akan adanya kenaikan harga pakan di tingkat peternak sebesar sekitar 3%. Hal ini dikarenakan sebanyak 70% dari nilai bahan baku pakan berasal dari impor. Bagi yang ingin mengetahui detail dari Kepmenkeu No 241/PMK.011/2010, silakan unduh secara gratis di tautan ini.

penulis: diah laksmi | editor: sugiyono

Spread the love

2 thoughts on “Total Omset Industri Perunggasan Rp 92 Trilyun

  1. Negara agraris dan maritim kok bahan baku pakan ternak yang dari tanah dan laut kok masih import, atau import semu, tobat tobat

Leave a Reply