Peternak Sapi Perah Tuntut Kenaikan Harga Jual Susu 10%

Livestockreview.com, Bisnis. Peternak sapi perah Jawa Timur meminta harga beli susu di tingkat industri pengolahan susu (IPS) naik 10% dari harga saat ini untuk mengimbangi kenaikan harga pakan yang naik 5 kali lipat sejak tahun lalu. Ketua II Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim Sulistiyanto mengatakan jika harga pakan tinggi, sementara harga susu tetap, maka peternak akan kesulitan untuk mengejar margin keuntungan.

Sejak tahun lalu harga pakan konsentrat sudah naik 4 kali lipat, Januari ini naik lagi. Jadi harga pakan sudah naik 5 kali lipat, sedangkan harga jual ke IPS belum mengalami kenaikan harga, ujar Sulistiyanto. Apalagi, lanjutnya, adanya rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak (BBM) yang akan berakibat naiknya harga kebutuhan pokok.

Jika masalah harga susu saja pemerintah belum membenahi, kami pesimis dengan target 2020 Indonesia swasembada susu. Peternak sapi yang pengolahannya sederhana dan tradisional saja sulit untuk menghitung keuntungan, imbuhnya.

Dia berharap IPS dan peternak sapi dapat duduk bersama bermusyawarah menentukan harga susu yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Mulyono, peternak sapi asal Pasuruan juga berharap harga susu sapi yang dijualnya ke IPS naik 10% agar bisa mendapatkan keuntungan dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Kami menginginkan agar harga beli susu sapi bisa naik 10% agar bisa mendapatkan keuntungan, ujar Mulyono. Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Masngut Imam Santoso mengatakan peternak sapi tidak mendapatkan keuntungan besar karena harga susu selama ini ditentukan oleh pabrik perusahaan besar. Dia menjelaskan tiga provinsi yang menyumbang produksi susu besar yakni Jatim yang berpusat di Malang Raya, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Jawa Timur memproduksi setengah produksi susu sapi nasional. Produksi susu dari peternak sapi perah hanya menyumbang 25% hingga 30% dari seluruh produksi susu nasional. Sisanya, impor,” ungkapnya.

Dia menyarankan agar usaha susu sapi perah di Indonesia maju, bea masuk impor susu dinaikkan menjadi 15% dengan bea masuk dialokasikan ke peternak sapi lokal untuk membangun usaha peternak sapi perah. Dia juga meminta agar Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) tidak mengharuskan peternak menyediakan jaminan saat akses kredit.

sumber: kont4n | editor: soegiyono 

follow our twitter: @livestockreview

Spread the love

Leave a Reply