Pemerintah Belum Mampu Lindungi Peternak Sapi Perah



Livestockreview.com, Bisnis. 
Peternakan merupakan salah satu bagian dari pertanian yang berperan penting dalam penyediaan pangan bergizi untuk manusia. Salah satu contoh makanan hasil sektor peternakan yang populer di masyarakat Indonesia adalah susu. Susu merupakan pangan berbentuk cairan berwarna putih yang dihasilkan oleh hewan ternak perah, seperti sapi perah, kambing perah, dan kerbau perah.

Susu segar atau susu hasil perah yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah susu sapi. Komponen-komponen gizi yang terkandung dalam susu adalah kalori, air, lemak, protein, kalsium, karbohidrat, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, dan Vitamin C. Komponen-kompoen tersebut yang membuat susu memiliki kandungan gizi tinggi sehingga salah satu pangan penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh manusia.

Seiring perkembangan waktu, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat sehingga susu menjadi salah satu pangan yang dikomsumsi hampir setiap hari. Dalam catatan akhir tahun Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Pengurus ISPI Teguh Boediyana mengatakan, susu yang dikonsumsi masyarakat Indonesia selain berasal dari susu segar lokal juga berasal dari susu impor. Perbandingan komposisi susu segar lokal dengan susu impor adalah 25% dan 75% dari total keseluruhan susu yang beredar di Indonesia.

Jauhnya perbedaan jumlah persentase tersebut disebabkan tidak bertambahnya hasil produksi susu sapi perah lokal dari tahun ke tahun. Tetapnya hasil produksi susu segar lokal tidak dapat mengimbangi tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya.

Permasalahan utama tetapnya hasil produksi susu segar lokal adalah berkurangnya jumlah peternak sapi perah. Penurunan jumlah peternak sapi perah disebabkan oleh harga susu segar lokal tidak dapat memenuhi biaya produksinya sehingga banyak peternak sapi perah yang memilih menjual sapi perahnya dibandingkan untuk memproduksi susu segarnya.

Perdagangan bebas membuat banyak peternak sapi perah semakin termarjinalkan. Peran pemerintah sampai saat ini terbatas pada pemberian kredit usaha pada peternak sapi perah. Peran tersebut tidak memberikan perlindungan untuk peternak sapi perah karena permasalahan utama terletak pada harga susu segar lokal di pasaran.   follow our twitter: @livestockreview

penulis: syiifa | editor: soegiyono


Spread the love

Leave a Reply