Minum Susu Harus Menjadi Kebiasaan Masyarakat Indonesia

Livestockreview.com, Produk Olahan. Industri persusuan di Indonesia saat ini belum mengalami perkembangan yang signifikan. Padahal, pemerintah sudha bertekad untuk berswasembada susu. Industri susu bukan lagi hal baru di Indonesia, namun konsumen susu di Indonesia masih tergolong rendah.Industri susu di dunia telah menjadi trend center dan minum susu telah menjadi kebiasaan masyarakat modern. Industri susu di Amerika Serikat misalnya, konsumsi susu Amerika ada diantara 84 liter per orang per tahun. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 11 liter per orang per tahun. Jumlah konsumsi ini menempatkan Indonesia pada peringkat 158 dari 178 negara dilihat dari situasi konsumsi susu. Peringkat ini jauh berada di bawah negara-negara tetangga di antaranya Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Salah satu penyebab hal tersebut adalah kebiasan orang Indonesia untuk tidak menganggap konsumsi susu menjadi kebutuhan pemenuhan gizi.

Industri susu di Indonesia sebenarnya bukanlah masalah pasarnya. Bila melihat jumlah penduduk Indonesia, yang merupakan negara keempat dengan penduduk terbesar di dunia, hal ini tentu menunjukkan potensi pasar yang besar di Indonesia. Belum lagi, Indonesia memiliki masyarakat dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Jumlah penduduk Indonesia yang besar ini tentu dapat menjadi salah satu target dalam memasarkan produk susu maupun olahannya. Sayangnya, masyarakat Indonesia belum memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi susu.

Usaha sapi perah, penyuplai bahan utama dalam dairy milk, merupakan faktor penting bagi ketersediaan produk susu di Indonesia. Industri susu yang terus berkembang pesat walaupun konsumsi di Indonesia sedikit, tidak didukung oleh kemampuan usaha sapi perah di Indonesia. Skala usaha sapi perah di Indonesia hanya 3-10 ekor per peternakan. Hal ini yang menyebabkan usaha yang dilakukan oleh peternakan di Indonesia lebih berklaster dan masih usaha kecil sehingga belum mampu menjadi industri yang lebih besar.

 follow our twitter: @livestockreview

penulis: lisa | editor: sitoresmi fauzi

Spread the love

Leave a Reply