Jangan Bingung dengan Akal-Akalan Industri Pengolahan Susu yang Membikin Berbagai Kategori Jenis Susu

LIvestockreview.com, Referensi. Susu dari ternak sapi saat ini telah diproses, dikemas, diolah dan difortifikasi untuk berbagai kebutuhan produk pangan. Di pasaran, kita dapat dengan mudah menemukan produk susu untuk ibu hamil, ibu menyusui, susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun, usia remaja, bahkan orang berusia lanjut. Perlukah sebenarnya mengonsumsi produk susu ‘khusus’ yang dibeda-bedakan penggunaannya ini?

Yang patut diingat, susu kental manis jangan dijadikan sumber gizi. Susu kental manis mengandung terlalu banyak gula, dan terlalu sedikit susu. Bahkan ada produk yang mengklaim sebagai ‘susu kental manis’, namun sebenarnya bahkan tidak mengandung susu sama sekali. Susunya diganti dengan lemak nabati.

Pengelompokan susu sebenarnya disesuaikan dengan fortifikasi, yakni penambahan satu atau beberapa zat gizi (nutrien) dalam susu yang telah diolah. Perbedaan didasarkan atas zat-zat gizi yang ditambahkan dan paling dibutuhkan oleh konsumen bersangkutan. Penambahan zat-zat gizi ke dalam susu ditujukan untuk mengantisipasi kekurangan zat gizi tertentu yang tidak tercukupi kebutuhannya dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Budaya di masyarakat kita masih paling banyak mengonsumsi karbohidrat, sedangkan unsur gizi lainnya seperti protein yang didapat dari daging, ikan, telur masih kurang. Terlebih vitamin dan mineral yang didapat dari sayur dan buah.

Perihal pengelompokan kategori produk susu, hal tersebut sebenarnya merupakan strategi bisnis produsen susu semata. Pihak industri pengolah susu jeli melihat kebutuhan pasar, kemudian bikin strategi marketing dengan membuat bermacam-macam jenis susu. Sebenarnya semua susu baik untuk dikonsumsi, asalkan masih memiliki zat gizi yang utuh. Yang jelas, jangan susu kental manis yang dijadikan sumber gizi. Susu kental manis mengandung terlalu banyak gula dan hanya baik untuk campuran makanan seperti aneka kue, martabak, atau es campur.

Oleh karenanya, sah-sah saja untuk mengonsumsi susu dengan pengelompokan apabila merasa belum cukup mendapati semua zat gizi dari makanan. Kendati demikian, yang harus diperhatikan adalah pentingnya untuk tetap memenuhi kebutuhan zat gizi melalui menu makanan yang sehat dan seimbang, dan susu adalah salah satunya.

penulis: r1ndang   | editor: soeparno

follow our twitter: @livestockreview

Spread the love

Leave a Reply