Impor Daging akan Diperketat per April 2011

Livestockreview.com, Berita. Kementerian Pertanian (Kementan) akan memperketat pelaksanaan impor daging sapi dengan cara  mengubah prosedur impor. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kasus daging impor berlebih seperti pada akhir Januari 2011 lalu yang mencapai 51 kontainer atau 1.020 ton daging sapi beku.
Sebagai informasi, salah satu syarat impor daging sapi adalah memiliki Surat Pemberitahuan Pemasukan (SPP). Selama ini, SPP impor daging sapi bisa dibuat atau diajukan pada saat daging masih dalam perjalanan atau setelah tiba di pelabuhan Indonesia. “Ke depan, SPP dan izin impor harus diajukan terlebih dahulu sebelum proses pengiriman barang terjadi,” kata Direktur Jenderal Peternakan Kementan, Prabowo Respatiyo Caturroso pada akhir pekan lalu.
Pada saat pengajuan itu, Kementan juga akan melakukan seleksi. Dengan demikian, Kementan akan mengetahui jumlah dan asal daging sapi impor itu. “Ini akan dijalankan mulai bulan April 2011,” jelas Prabowo.
Sebelumnya, Kementan telah menetapkan kuota impor daging sapi sebanyak 50.000 ton. Dari jumlah itu, 25.000 ton SPP-nya dikeluarkan pada semester I, dan sisanya sebanyak 25.000 ton pada semester II. Kuota impor daging sapi tahun ini lebih rendah ketimbang realisasi impor daging sapi tahun lalu yang sebesar 110.000 ton.

Impor ilegal dikembalikan ke negara asal

Kementerian Pertanian (Kementan) memutuskan daging impor ilegal itu akan dikembalikan ke negara asal atau direekspor, namun, belum jelas kapan pelaksanaan reekspor tersebut.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menahan 62 kontainer daging sapi impor pada akhir Januari lalu di Pelabuhan Tanjung Priok. Setiap kontainer berisi sekitar 20 ton daging sapi beku. Dari seluruh kontainer itu, 51 di antaranya tidak memiliki Surat Pemberitahuan Pemasukan (SPP). “Daging yang tidak memiliki SPP akan kami kembali ke negara asal, seperti Australia dan Selandia Baru,” ujar Prabowo. Untuk reekspor tersebut akan dilakukan oleh importirnya masing-masing, yang terdiri dari empat perusahaan yang terlibat.

penulis:diah laksmi | editor: sugiyono

Spread the love

Leave a Reply