Susu, Mengapa Bisa Awet?

0
165

Livestockreview.com, Produk Olahan. Susu memiliki berjuta kebaikan. Sayangnya, cairan unik ini merupakan bahan pangan yang mudah rusak, sehingga dibutuhkan penyimpanan dan pengemasan yang baik untuk menjaga kemurnian sekaligus kandungan gizinya.

Dari sekian banyak susu yang beredar di pasaran, susu segar merupakan yang paling baik. Susu memiliki tingkat kemurnian paling tinggi dan kandungan gizi yang lengkap alami. Selain itu, susu segar juga memiliki cita rasa paling lezat karena asam lemak susunya belum rusak akibat proses pengawetan.

Namun susu segar juga rentan mengandung mikroba yang dapat membahayakan kesehatan. Susu segar membutuhkan teknik proses untuk mengenyahkan mikroba yang dikandungnya. Namun yang patut diingat, setiap teknik proses pada bahan pangan mau tidak mau akan merusak sebagian gizi dari pangan.

Kendati demikian, proses tersebut penting untuk menjaga keamanannya. Oleh karena itu harus dicari titik tengahnya dengan optimasi, yaitu pemprosesan jangan sampai merusak gizi besar-besaran suatu bahan pangan, tapi tidak juga membiarkannya mengandung banyak kontaminan.

Dari sekian banyak teknik pemprosesan susu, teknik kombinasi suhu tinggi dan waktu singkat dalah yang terbaik. Ini karena teknik tersebut secara efisien dapat membunuh mikroba namun tidak sampai merusak kandungan gizi susu.

Teknik UHT termasuk yang menggunakan prinsip kombinasi dengan melakukan pemanasan hingga 140 derajat celcius selama empat detik. Dengan begitu, produk susu menjadi lebih awet dan aman dikonsumsi, serta tidak perlu ditambahkan bahan pengawet lainnya.

Meski menjadi lebih awet, namun untuk mempertahankan keawetan dan keamanannya, susu UHT harus tetap berada dalam lingkungan aseptis, atau keadaan steril terbebas dari mikroba. Karena itu setelah melalui pemprosesan, susu UHT pun perlu segera dikonsumsi atau dikemas dengan baik.

sumber: ng | editor: sitoresmi fauzi

follow our official twitter: @livestockreview  |  follow our official instagram: livestockreview