Pemerintah Harus Lindungi Peternak Sapi Perah Domestik

Livestockreview.com, Berita. Anggota Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi mendesak pemerintah serius melindungi para peternak sapi perah. Salah satunya dengan memberikan subsidi pakan ternak dan intervensi soal harga susu.

“Komisi IV mendesak pemerintah serius melindungi para peternak sapi perah, salah satunya dengan memberikan subsidi pakan ternak dan intervensi pemerintah dalam pengendalian harga,” kata anggota komisi IV Viva Yoga dalam diskusi di ruang wartawan DPR Senayan Jakarta, pertengahan minggu ini.

Diskusi dengan tema “Kondisi dan Kebijakan Dalam Industri Susu Hulu dan Hilir” menghadirkan pembicara pemerhati kebijakan publik, Agus Pambagio, Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediyana dan anggota komisi IV DPR dari F-PAN Viva Yoga Mauladi.

Lebih lanjut Viva menjelaskan, selama ini pemerintah dinilainya tidak serius dalam melindungi para peternak sapi perah. Hal itu terlihat dari kecil dana yang dialokasikan pemerintah untuk pemberdayaan peternak sapi perah.

Menurut Viva, jika pemerintah serius maka akan mengurangi impor bahan baku susu dan olahan yang selama ini sekitar 75 persennya masih tergantung dari impor.

“Tahun 2012 mendatang kami komisi IV desak pemerintah agar impor bibit sapi perah. Tujuannya untuk mengurangi impor bahan baku susu dan olahan susu,” kata Viva.

Selain itu, tambah Viva, komisi IV juga akan mendesak pemerintah untuk memberikan subsidi pakan ternak karena persoalan harga pakan ternak saat ini sangat memberatkan para peternak sapi perah. Padahal, tambah Viva, kualitas susu segar yang dihasilkan peternak tergatung dari pakan ternak yang digunakan para peternak.

Sementara itu Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediana menjelaskan, selama ini para peternak sangat mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya. salah satunya karena harga pakan ternak yang sangat mahal.

“Kita minta ada pengembangan khusus soal sapi perah. Pertama, subsidi pakan ternak. Kedua, soal sarana pengolahan susu dan ketiga, soal kompetisi yang sehat dalam penentuan harga (fairness),” kata Teguh.

Teguh menjelaskan, potensi ternak sapi perah di Indonesia sangat besar, namun pemerintah belum memberikan perhatian dan dorongan yang memadai. Dari data yang ada saat ini, setidaknya 75 persen bahan baku susu masih di impor yang nilainya sekitar 650 juta dolar AS.

Sementara yang dihasilkan oleh peternak dalam negeri baru sekitar 15 persen yang nilainya 150 juta dolar AS. Teguh menambahkan, pemerintah bisa mengubah SKIM kredit untuk para peternak sapi perah.

sumber: antara | editor: soegiyono

 

Spread the love

One thought on “Pemerintah Harus Lindungi Peternak Sapi Perah Domestik

  1. Bagi pemerintah, sepertinya perlu di kaji ulang tentang import bibit sapi dari luar untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri. pasalnya kondisi sapi perah sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan kualitas pakan..Selama ini sapi yang kita import meski di daerah asalnya bagus namun sampai disini kurang mampu adaptasi dengan kondisi di indonesia sehingga produksinya menurun drastis.Akan lebih baik jika pemerintah mengembangkan program pembibitan sapi perah lokal kita.. meski butuh waktu panjang dan dana yang tidalk sedikit, namun jangka panjang kita berharap memiliki ternak sapi perah lokal yang mampu berkembang baik dan bertahan dengan kondisi klimat indonesia tentunya dengan terus diadakan riset untuk peningkatan produksi susu. selain itu dari segi pakan, kualitas hijauan pakan kita masih sangat rendah dengan harga yang mahal terlebih belum terjaminya ketersediaan pakan untuk ternak sapi perah. kita harus mampu meningkatkan kualitas pakan kita, terutama pakan lokal dengan pengembangan HMT lokal yang adaptable dengan lingkungan klimat daerah peternakan sapi perah. . .
    Bagi pemerintah sudah seharusnya jika kita memahami bahwa peternakan menjadi penting bagi kemandirian dan kedaulatan pangan kita, maka sudah saatnya peternakan memiliki badan khusus untuk penangananya layaknya kementerian peternakan dimana akan terfokus untuk pengembangan peternakan bagi kemandirian pangan pangan dan pemenihan gizi indonesia di masa depan. terimakasih

Leave a Reply