Perawatan Intensif Bebek peking

Livestockreview.com, Bisnis. Bisnis Budidaya bebek peking mirip dengan budidaya bebek lokal. Hanya saja, bebek peking agak sedikit manja ketimbang bebek lokal. Oleh karenanya, perlu pengetahuan dan kiat khusus menangani bebek peking. Ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya bebek peking. Diantaranya suhu pemeliharaan, pakan, dan kelembaban.

Budidaya bebek ini bisa dilakukan dengan membeli bibit bebek alias day of duck/ (DOD) berusia satu hingga dua hari. Bisa pula dengan membeli induk yang sudah siap bertelur. Harga induk bebek betina Rp 85.000 per ekor, sementara harga induk jantan Rp 75.000 per ekor.

Apabila budidaya dimulai dari DOD, bisa membelinya di pasaran seharga Rp 8.000 – Rp 9.500 per ekor. Bisa juga dari sejak penetasan, yang mana telur-telur bebek peking dapat ditetaskan di mesin penetasan. Setiap satu mesin penetas bisa menampung sekitar 1.500 telur bebek peking. Selama penetasan, suhu dan kelembaban udara dari mesin penetas harus dijaga. 

Pembalikan telur juga harus disiplin. Setelah 24 jam disimpan, pembalikan telur harus tiga kali dalam sehari. Setelah menetas, suhu dan kelembaban udara tetap harus diperhatikan. DOD bebek peking butuh tempat dengan suhu 35- 36 derajat Celsius. Dengan suhu itu mereka sudah dapat bertahan dari cuaca dingin. Pemanasan bisa menggunakan kompor minyak atau elpiji.

Setiap satu minggu, suhu bisa diturunkan bertahap agar bebek menyesuaikan diri dengan suhu yang ada. Misal, minggu kedua diturunkan menjadi 32-33 derajat, dan minggu ketiga menjadi 28 – 29 derajat Celsius. Pada umur dua hingga tiga minggu pemeliharaan adalah masa penentuan si anak bebek. Jika DOD tidak banyak yang mati, maka tingkat keberhasilan pemeliharaannya sudah tinggi.

Hal yang mempengaruhi daya hidup anak bebek di antaranya adalah masalah pakan. Anak bebek hingga usia dua minggu perlu diberi pakan khusus dengan kandungan protein 19% – 21% yang lebih dikenal dengan pakan “starter”. Setelah itu, bebek bisa diberi pakan biasa, yakni pakan kering dan pakan basah. Untuk menghemat biaya, sebaiknya peternak mencampur pakan konsentrat dengan dedak. Akan lebih baik jika diberikan pakan basah.

Jika diberikan pakan kering butirannya banyak tumpah. Namun, pakan basah mudah basi, sehingga peternak harus memberi makan dua kali dalam sehari dan harus segera habis. Sementara pakan kering bisa diberikan satu kali sehari. Pemberian pakan basi bisa menimbulkan jamur yang menimbulkan penyakit. 

sumber: kontan | editor: soegiyono 

follow our twitter: @livestockreview

Leave a Reply