Pemanasan Global dan Stres pada Ternak

Livestockreview.com, Kampus. Pemanasan global adalah suatu kondisi adanya proses peningkatan suhu rataan atmosfer di laut dan di daratan. Rataan suhu lingkungan akhir-akhir ini naik 0,6 derajat Celcius dibandingkan dengan rataan suhu pada 20 tahun yang lalu. Bahkan suhu permukaan bumi ini diperkirakan meningkat terus hingga 1,1 derajat celcius sampai 6,4 derajat celcius pada 2100.

Demikian paparan Prof Dewi Apri Astuti, guru besar Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam Jumpa Wartawan bertajuk Upaya Peningkatan Efisiensi Pemanfaatan Energi Ternak Tropis Menghadapi Pemanasan Global.

“Bukan hanya manusia yang menderita akibat pemanasan global tersebut, ternak pun turut merasakan perubahan ini. Mengapa ternak juga harus diperhitungkan? Tak lain karena mereka turut andil besar dalam penyediaan pemenuhan protein hewani,” ujar Dewi di Bogor baru-baru ini.

Dampak pemanasan global terhadap ternak harus cepat diantisipasi. Dewi menyajikan hasil penelitian bahwa domba yang dipelihara pada suhu panas dengan suhu nyaman menghasilkan perbedaan produksi panas tubuh.

“Ada pemborosan energi yang terbuang pada domba yang dipelihara pada suhu tinggi sekitar 13%,” kata Dewi. Dia memberikan solusi efisiensi pemanfaatan energi ternak tropis melalui penekanan kehilangan panas yang dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Pertama, pemilihan pakan padat energi yang kaya karbohidrat terlarut dan lemak.

Kedua, pengaturan manajemen pemberian pakan berserat rendah dengan alternatif pemberian hijauan legume pada takaran optimal dan pemberian pakan berserat dilakukan malam hari pada suhu yang lebih nyaman.

Ketiga, memperhatikan kebutuhan ekstra energi ternak yang digembalakan di siang hari. Salah satunya, dengan menjalankan kesejahteraan hewan, seperti memberikan perlindungan dalam bentuk naungan pohon di padang pengembalaan.

Keempat, memperhatikan kondisi suhu, kelembapan dan sirkulasi udara kandang yang nyaman. Di samping diperhatikan pula kepadatan ternak agar mempermudah desipasi panas tubuh.

sumber: k0nt4n | editor: diana mandagi

follow our twitter: @livestockreview

Spread the love

Leave a Reply