Kebutuhan Daging Dalam Negeri 82,5% Sudah Dapat Dipenuhi Peternak Domestik

0
87

Livestockreview.com, Referensi. Krisis pangan global akan menjadi masalah serius di masa depan. Bumi tidak berubah, sedangkan populasi manusia terus bertambah. Kekhawatiran akan munculnya krisis pangan global sangat beralasan. Beberapa faktor yang menyebabkan krisis pangan global. Pertama, perubahan iklim menyebabkan peluang terjadinya gagal panen yang masif di berbagai belahan dunia. Kedua, menyusutnya lahan pertanian di berbagai negara.

Ketiga, fenomena proteksionisme yang makin meningkat akan menyebabkan negara produsen pangan tidak menjual produk pangan ke negara lain dengan alasan untuk memperkuat cadangan pangan. Keempat, adanya kebijakan inovasi bahan bakar tak terbarukan sehingga memacu pertumbuhan industri biot’uel. Salah satu komoditi bahan pangan yang mengalami peningkatan yang signifikan adalah daging sapi.

Peningkatan permintaan terhadap daging sapi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : naiknya pendapatan perkapita perpenduduk, tingginya kesadaran untuk mengkonsumsi pangan yang bergizi tinggi, dan tingginya permintaan terhadap daging olahan sehingga permintaan industri pengolahan daging semakin tinggi.

Untuk mengantisipasi krisis pangan, masing-masing negara harus memiliki ketahanan pangan yang kuat. Untuk itu, diperlukan kebijakan dan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Peningkatan permintaan daging sapi dalam negeri merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi usaha peternakan dalam negeri. Selama ini kebutuhan
daging dalam negeri dipasok dari daging sapi lokal, daging sapi impor, dan impor sapi bakalan. Kebutuhan daging mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kebutuhan daging sapi saat ini adalah 484.000 ton dengan pasokan dari dalam negeri sebesar 399.320 ton atau 82,5 % dari kebutuhan dan sisanya 84.740 ton atau 17,5 % dipenuhi dari impor.

Proporsi pemenuhan kebutuhan konsumsi daging dari daging lokal mengalami peningkatan selama 3 tahun terakhir; Tahun 2010 (195.800 ton), Tahun 2011 (292.4OO ton), Tahun 2OLZ (474.9OO ton). Di sisi lain, prosentase impor berhasil ditekan cukup besar. lmpor sapi bakalan Tahun 2O1O (101.200 ton), Tahun 2011 (76.800 ton), Tahun 2012 (57.000 ton). Sedangkan impor daging Tahun 2010 (120.000 ton), Tahun 2011 (80.000 ton), Tahun 2012 (38.000 ton).

penulis: rahmahwati | editor: sitoresmi fauzi

follow our official twitter: @livestockreview  |  follow our official instagram: livestockreview