Analisis Strategi Pencapaian Swasembada Daging Sapi 2014 (Bag VII- HABIS) : Kesimpulan dan Saran

Livestockreview.com, Kampus. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 19/Permentan/OT.140/2/2010 tentang Pedoman Umum Program Swasembada Daging tahun 2014, telah dirumuskan dan dilaksanakan berbagai sub program untuk mencapai program swasembada daging sapi tersebut.

Dalam blue print program swsembada daging sapi tahun 2014 yang sudah di revisi tahun 2012 maka beberapa program yang akan dilakukan untuk mencapai swasembada adalah penyediaan bakalan sapi dan kerbau, peningkatan produktivitas dan reproduktivitas sapi lokal, pengendalian sapi/kerbau betina produktif, penyediaan bibit sapi/kerbau lokal dan pengaturan stock daging sapi/kerbau dalam negeri.

Dari uraian analisis strategi kebijakan dalam mewujudkan swasembada daging sapi tahun 2014, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan perkapita dan kepedulian masyarakat untuk mengonsumsi panga bergizi tinggi, mutlak mendorong bangsa Indonesia untuk melakukan swasembada daging dalam rangka menjaga ketahanan pangan untuk kebutuhan protein hewani.

Jumlah penduduk Indonesia yang besar, sekitar 240 juta merupakan potensi yang sangat besar sebagai peluang pasar dan tenaga kerja untuk pembangunan peternkan dalam negeri. Namun potensi tersebut akan menjadi tatangan jika potensi kompratif yang dimiliki didalam negeri tidak dijadikan keunggulan kompetitif dalam perdagangan global, yang pada akhirnya Indonesia menjadi pasar besar bagi produk-produk pangan impor termasuk peternakan.

Saran dari analisis strategi kebijakan untuk mewujudkan swasembada daging sapi tahun 2014 adalah :
– Perlu untuk mengoptimalkan UPT Pembibitan ternak unggul baik yang dikelola pemerintah pusat maupun daerah untuk mensupply bibit sapi unggul kepada peternak.
– Pembangunan unit pengolahan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian didaerah sentra produksi.
– Optimalisasi penyuluhan penerapan teknologi tepat guna dan penguatan kelembagaan gapoknak dalam memrpoduksi dan memasarkan ternak,
– Perbaikan efesiensi pemasaran ternak dengan menjadikan RPH sebagai pusat distribusi daging dan menjalin kemitraan bersama para peternak/gapoknak.
– Dukungan pembiyaan dengan memberkan kemudahan pengajuan permodalan kepada peternak. (TAMAT)

Jusriadi, Mahasiswa Jurusan Ilmu Peternakan, Fakultas Sains & Teknologi UIN Alauddin Makassar 

Finalis pada Call For Policy Paper dalam Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia oleh ISMAPETI, di Bengkulu, 7-12 Nopember2013 | editor: sitoresmi fauzi

follow our official twitter: @livestockreview  |  follow our official instagram: livestockreview

Spread the love

Leave a Reply