Waspada Antraks, Senjata Biologis dalam Peperangan

Livestockreview.com, Referensi. Antraks merupakan sebagian dari keluarga basillus-bacterium dengan bentuk panjang. Nama ilmiahnya Bacillus anthracis berukuran agak besar, 1-1.5um x 4-10um. Bakteri tersebut bisa dibiakkan baik secara aerobik (dengan oksigen) ataupun anearobik (tanpa oksigen) dan mempunyai gene serta ciri-ciri menyerupai Bacillus cereus, sejenis bakteri yang biasa didapati dalam tanah di seluruh dunia. Juga menyerupai Bacillus thuringiensis, pantogen kepada larva Lepidoptera. Antraks merupakan bakteri yang pertama dibuktikan sebagai puncak penyakit dan dapat membentuk spora yang tahan lama.

Sejarah asal Antraks adalah samar. Meski spora Antraks pertama dijumpai dalam contoh tanah, bakteri tersebut tidak didapati di kawasan yang tidak terdapat penyakit ini. Kawasan di Amerika Serikat yang dipastikan mempunyai Antraks adalah Dakota Selatan, Nebraska, Arkansas, Texas, Louisiana, Mississippi dan California. Terjadinya wabah Antraks tidak tetap tetapi berlangsung selang beberapa tahun di antara wabah.

Penyakit Antraks diketahui setelah 2-4 hari, atau 7 hari dari serangan. Anthraks merupakan penyakit yang biasa menyerang hewan liar dan peliaraan, terutama biri-biri, lembu, kuda, turunan keledai (bagal), dan kambing yang tidak dijaga kebersihannya dengan cermat. Manusia bisa dijangkiti Antraks bila bersentuhan dengan hewan berpenyakit tersebut termasuk daging, tulang, bulu, rambut dan kotorannya. Walaupun begitu, risiko terjangkit hanya satu per 100.000.

Puluhan ribu spora dalam peperangan

Antraks mudah dikembangbiakkan dan dapat dilakukan di mana-mana laboratorium. Namun bagaimanapun perlu diperhatikan faktor keselamatan karena peternak antraks mungkin menjadi mangsa pertama dari ternakan mereka. Dalam peperangan dibutuhkan sebanyak 8.000-50.000 spora Antraks, sementara sebagai senjata hanya dibutuhkan 3.000-4.000 spora untuk menjangkiti manusia.

Spora antraks yang dihirup mempunyai kadar kamatian tinggi, karenanya spora antraks B.anthracis merupakan pilihan terbaik bagi negara-negara yang ingin memajukan senjata biologi mereka. Spora Antraks B.anthracis dapat disebarkan dalam bentuk debu dan mampu tahan hidup bertahun-tahun lamanya di dalam tanah sampai menyentuh kulit manusia ataupun hewan sebelum merebak.

Juga tahan selama berpuluh-puluh tahun dalam udara dan bulu yang terbuka, serta tahan selama 10 tahun dalam susu, kering atas kertas turas selama 41 tahun, kering atas benang sutera selama 71 tahun, dan dalam air kolam selama 2 tahun.

Penularan penyakit antraks dari manusia kepada manusia jarang terjadi dan seseorang yang telah divaksin tidak akan terkena untuk kedua kali. Antraks merupakan satu penyakit yang amat berbahaya dan dapat membawa maut. Sifat spora antraks yang dapat bertahan lama membuat penggunaannya sebagai senjata akan membawa kesengsaraan untuk jangka panjang.

Ditengarai terdapat ancaman antraks secara psikologi, seperti ancaman pencemaran makanan di pasar. Akibatnya amat luas karena orang akan takut keluar rumah dan membeli bahan makanan. Begitu juga ancaman serangan bagi angkutan umum seperti keretapi, bus, dan pesawat terbang juga di tempat ramai seperti di disko, pesta, konser, gedung bioskop, atau di stadion sepakbola akan menjadikan keadaan porak peranda.

penulis: siti inayah | editor: ria laksmi

Spread the love

Leave a Reply