Peta Pelaku Bisnis Peternakan Broiler Indonesia

Livestockreview.com, Bisnis. Industri pengembangbiakan ayam broiler di Indonesia masih menjadi pasar yang sulit dimasuki pemain baru. Selain karena industri itu rentan dengan isu penyakit hewan seperti Avian Influenza alias flu burung, usaha pengembangbiakan ayam khususnya broiler masih didominasi produsen komersial skala besar. 

Indonesia memiliki sekitar 40 produsen broiler, 16 perusahaan di antaranya termasuk kategori skala besar. Enam belas perusahaan skala besar itu menguasai 75% pangsa pasar industri produksi broiler.

Charoen Pokphand yang menguasai bisnis peternakan bibit ayam atau day-old-chick (DOC) hingga pabrik pengolahan daging ayam menguasai 30% pangsa pasar produksi broiler. Japfa Comfeed yang berbisnis utama sama dengan Charoen, memegang 20%, Malindo 8%, Sierad Produce 5%, CJ 6%, Wonokoyo 5%, dan produsen komersial lainnya memegang 25%.

Perusahaan skala besar itu rata-rata menguasai semua rantai pengembangbiakan ayam mulai dari pemberian pakan ayam hingga pengolahannya.

Sementara perusahaan kecil kebanyakan terlibat kontrak peternakan dengan para produsen komersial itu. Sisanya, perusahaan independen kelas menengah yang mengelola peternakan semikomersial.

Namun, banyaknya pemain pengembangbiakan DOC ini belum sejalan dengan konsumsi di dalam negeri. “Masyarakat Indonesia masih lebih mengandalkan tahu dan tempe sebagai sumber protein,” ujar Managing Director Head of Food and Agribusiness Research and Advisory Asia Rabobank International John Baker, pertengahan Nopember ini.  follow our twitter: @livestockreview

sumber: kontan | editor: soegiyono

Spread the love

One thought on “Peta Pelaku Bisnis Peternakan Broiler Indonesia

Leave a Reply