Perpanjang Umur Simpan Daging dengan Teknologi Rantai Dingin

Livestockreview.com, Referensi. Produk pengolahan hasil peternakan seperti daging dan susu kini telah berkembang luas, dengan berbagai produk turunannya yang beraneka macam. Produk-produk itu misalnya mulai dari produk daging dalam bentuk potongan tertentu, ataupun yang sudah diolah menjadi nugget, sosis, bakso, dan produk olahan lainnya. Produk hasil olahan susu bahkan lebih bervariasi lagi: susu segar, susu UHT, susu cair, yoghurt,es krim, dan beragam produk olahan lain.

Karena bersifat mudah rusak dan cepat basi, maka salah satu hal yang paling penting dalam penangangan produk olahan hasil ternak ini adalah bagaimana menjaga kualitas produk-produk itu tetap terjaga. Cara yang benar untuk memperpanjang umur simpan produk olahan hasil ternak adalah penerapan teknologi rantai dingin atau cold chain technology.

Jadi, apa sebenranya teknologi rantai dingin ini?. Teknologi ini pada prinsipnya adalah suatu sistem yang mampu menonaktifkan bakteri perusak yang ada pada produk makanan atau minuman, sehingga bakteri tersebut tidak berkembang, sehingga produk makanan dan minuman itu tidak cepat rusak.

Project Coordinator PT. Sabindo Refrigeration Technologies Rocky Buntara dalam sebuah perbicangan dengan Livestockreview mencontohkan bagaimana teknologi rantai dingin diterapkan dalam produk chicken nugget. Penerapannya dimulai sejak dari proses ayam yang dipotong dan dibersihkan, yang kemudian masuk ke dalam ruang prosessing -yang harus dalam kondisi suhu yang sesuai agar bakteri tersebut tidak berkembang.

“Suhu yang ideal antara 10 derajat hingga 15 derajat celcius,” jelasnya. Daging ayam yang sudah dibersihkan tersebut tidak langsung diolah, namun dibekukan terlebih dahulu menggunakan alat blast freezer atau pembekuan cepat, hingga minus 20 derajat hanya dalam waktu 8 jam saja.

Setelah disimpan pada freezer, kalau daging akan digunakan, maka di-thawing lebih dahulu, kemudian digiling dan dicampurkan dengan bahan tambahan lainnya seperti bumbu dan bahan lainnya.

Alat yang biiasa digunakan untuk teknologi rantai dingin ini antara lain adalah mesin pendingin, solar sel dan bahan-bahan kimia tertentu. “Jenis makanan yang perlu menggunakan mesin pendingin adalah daging ayam, sapi, ikan, produk bakery dan buah-buahan,” jelas Rocky.

follow our twitter: @livestockreview

penulis: bag4s | editor: soegiyono

Spread the love

2 thoughts on “Perpanjang Umur Simpan Daging dengan Teknologi Rantai Dingin

Leave a Reply