Perlu 50 Hari untuk Mengkonversi 5000 Ekor Sapi Menjadi Daging Siap Olah

Livestockreview.com, Bisnis. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krishnamurti mengingatkan hal yg sudah sangat jelas perihal tata niaga sapi yang saat ini sedang heboh karena kelangkaan daging sapi.

Bayu menjelaskan bahwa pedagang pasar dan konsumen butuh daging sapi, dan bukannya sapi hidup. Alur konsumen untuk mendapatkan daging sapi yakni, ternak sapi harus diangkut dari tempat pemeliharaan, dipotong di rumah pemotongan ewan (RPH), dibersihkan, diangkut ke pasar, dijual, baru dibeli konsumen.

Memotong sapi di RPH, jelasnya, sejak sapi datang sampai jadi karkas daging siap didagangkan butuh waktu kurang lebih 1-1,5 jam per ekor sapi. “Jadi dengan 10 jam kerja, satu RPH hanya bisa potong dan bersihkan 6-8 ekor sapi. Kalau dua jalur pemotongan bisa 12-16 ekor per hari,”jelas Bayu melalui akun twitternya.

Bayu menandaskan, di Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi (Jabodetabek), ada kurang lebih 10 RPH, dengan kapasitas sekitar 100 ekor pemotongan per hari. Maka, untuk memotong 5000 ekor sapi, membutuhkan 50 hari dalam pemrosesannya hingga siap didistribusikan ke masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa untuk mengangkut sapi dari sebagai salah satu lumbung sapi Indonesia, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), membutuhkan waktu 4-5 hari per 250 ekor, dengan kapasitas 1 truk bisa memuat kurang lebih 10 ekor. Maka, untuk mengirim 5000 ekor sapi dari NTB, membutuh waktu 20-an hari untuk sampai ke Jakarta.

Jadi, untuk mengangkut dan memotong sapi sebanyak 5000 ekor sapi NTB, akan membutuhkan waktu kurang lebih 70 hari untuk menjadi pasokan daging yang siap didistribusikan ke konsumen Jakarta.

penulis: tri4man | editor: soegiyono

follow our twitter: @livestockreview

Spread the love

Leave a Reply