Mengoptimalkan Pakan Ternak Domestik Melalui Ilmu dan Teknologi Pakan

Livestockreview.com, Berita. Memanfaatan bahan pakan lokal, masih menghadapi persoalan kualitas nutrisi yang bervariasi dan adanya risiko cemaran kontaminan berbahaya seperti mikotoksin. Diperlukan teknologi yang tepat untuk meningkatkan nilai nutrisi dan mengurangi efek toksik dari cemaran.

“Ilmu dan teknologi pakan terkait hal tersebut harus dikembangkan, yang bermuara pada tersedianya teknologi yang mudah dan murah agar diadopsi oleh pengguna,”jelas Ketua AINI Prof Ali Agus. Perlakuan teknologi pada bahan pakan atau pakan, tambahnya dapat berupa fisik, kimia dan biologi atau kombinasi antara ketiganya. Masing-masing teknologi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ali menguraikan tentang update teknologi pakan terkini, yakni tentang perlakuan teknologi secara biologis yang melibatkan peranan mikrobia untuk meningkatkan nilai nutrisi dan mengurangi cemaran toksik. Ia mencontohkan teknologi itu yakni teknologi fermentasi substrat padat atau solid state fermentation.
Fermentasi substrat,jelasnya, merupakan proses fermentasi atas bantuan mikrobia seperti bakteri, yeast atau fungi, dengan memanfaatkan bahan baku berupa substrat padat sebagai sumber karbon atau energi. “Berbagai limbah pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, pucuk tebu, dan limbah industri seperti dedak padi, dedak gandum, bagase tebu, onggok atau ampas ketela pohon, bungkil kopra, bungkil kelapa sawit dan sebagainya dapat dipergunakan sebagai substrat,”katanya. Teknologi fermentasi substrat padat sebenarnya telah dikembangkan oleh nenek moyang kita seperti ketika mereka membuat tempe dan tape.
Di Indonesia, menurut pemantauan Ali, penelitian dan aplikasi teknologi fermentasi pada pakan seperti pada jerami padi telah dimulai sejak tahun 1990-an. “Jerami padi hasil fermentasi terbukti memiliki nilai nutrisi yang lebih baik, dengan kadar protein kasar dan kecernaan lebih tinggi dibanding jerami padi non fermentasi,”tandasnya.
Ali bahkan telah melakukan inovasi teknologi lebih jauh dalam dua tahun terakhir ini, yakni mengembangkan teknologi pakan komplet fermentasi atau fermented complete feed untuk penggemukan ternak domba. Prinsip pembuatannya yakni bahan pakan hijauan, jerami atau sumber serat lain seperti tongkol jagung, dan bahan pakan sumber energi seperti dedak padi, polar, gaplek, tepung jagung, molases ; diformulasikan, kemudian difermentasikan dalam suasana an-aerob sebagaimana pembuatan silase.
“Setelah 3 hari pakan komplet fermentasi tersebut siap diberikan pada ternak,”ujarnya. Dengan memanfaatkan teknologi pakan tersebut, Ali telah membuktikan,pertambahan bobot domba dapat mencapai 150 – 250 g/ekor/hari, atau hampir dua kali lipat lebih tinggi di banding dengan sistem pemeliharaan secara tradisional yang hanya 100 – 125 g/ekor/hari.
Ali yakin, metode fermentasi substrat padat sangat prospektif untuk dikembangkan karena mampu mengoptimalkan bahan pakan yang nilai nutrisinya rendah, dapat mendetoksifikasi toksin, mudah pelaksanaannya, dan murah biayanya, sehingga membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan peternak. “Teknologi fermentasi adalah technology for the future. Oleh karena itu, teknologi ini relevan untuk dikembangkan guna mengantisipasi problem pakan di masa yang akan datang,”tandasnya.

penulis: muh. yassin | editor: soegiyono

 follow our twitter: @livestockreview

Spread the love

One thought on “Mengoptimalkan Pakan Ternak Domestik Melalui Ilmu dan Teknologi Pakan

Leave a Reply