Konsumen Susu Cenderung Berperilaku Ekonomis

Livestockreview.com, Referensi. Secara global, tingkat konsumsi susu cair  telah mencapai angka tertinggi, yaitu sebesar  258.000.000.000 liter pada tahun 2008. Angka tersebut belum dihitung dengan konsumsi susu kedelai dan susu dari biji-bijian lainnya. Jika dimasukkan,  angka konsumsinya menjadi 280 miliar liter. Konsumsi susu pada tahun 2008 tersebut naik lebih dari empat miliar liter atau 1,6% dari tahun sebelumnya – yang menandai adanya tingkat gabungan pertumbuhan sebesar 2,4% per tahun secara global selama kurun empat tahun sebelumnya. Pertumbuhan terjadi di tengah terjadinya lonjakan harga yang tajam selama 2006-2007, yaitu kenaikan harga susu hingga 75% di beberapa pasar sebelum akhirnya stabil pada akhir 2008.
Meskipun terjadi krisis ekonomi global pada 2009 lalu, konsumsi susu di seluruh dunia akan terus tumbuh, dan bahkan diperkirakan akan terus tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 2,2% sampai dengan tahun 2012. Namun, hal ini tidak berarti industri susu tidak akan terpengaruh terhadap krisis ekonomi global. Menurut tren yang terjadi di masyarakat saat ini, konsumen global cenderung berperilaku ekonomis. Hal itu bisa dilihat dari kondisi jumlah penjualan susu di di ritel modern seperti hipermarket, supermarket dan minimarket, angka penjualannya naik sebesar 9,6% selama kurun 2005-2008.
Meskipun beberapa konsumen tidak dapat berhenti membeli susu, namun mereka akan cenderung memperhatikan nilai-nilai yang ditawarkan saat membeli. Misalnya, mereka cenderung membeli susu dengan harga yang lebih murah ataupun susu dengan merek privat label yang ditawarkan. Sebagai catatan, produk susu dengan merek privat label yang sangat berkembang adalah di Eropa Barat, yang penjualannya hampir mencapai 36% dari total penjualan susu putih. ind (TPDI)

Spread the love

Leave a Reply