Kenalkan Kebiasaan Memasak Telur Sejak Dini

Livestockreview.com, Produk Olahan. Mengenalkan cara memasak produk olahan hasil ternak, yakni telur sejak masa kanak-kanak -selain memberikan sensasi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak, juga memberi pembekalan yang penting tentang pentingnya asupan protein hewani baik saat anak-anak, remaja hingga kelak ketika mereka dewasa.

Hal itulah yang dilakukan oleh Mall Ciputra Jakarta dengan menggelar ‘Kids Fun Cooking Competition’ di Jakarta pada akhir pekan lalu. Ajang kompetisi anak-anak tersebut merupakan wahana unjuk kebolehan anak-anak berumur 8-12 tahun dalam membuat masakan telur hasil kreasi mereka. Peserta dibebaskan untuk membuat jenis masakan apa saja, apakah itu telur ceplok, dadar, omelet, atau pun telur orak-arik.

Jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini berjumlah 24 anak, yang akan memasak telur dalam waktu yang telah ditetapkan. Kompetisi dinilai oleh tiga juri yakni Chef Agus, Chef Adi, dan Maya. Penilaian dewan juri meliputi ketepatan  persiapan, persiapan dan kebersihan, proporsi, kreatifitas dan presentasi, serta cita rasa. Yang disebut terakhir memiliki poin nilai tertinggi. Selain memasak telur, dalam kompetisi ini juga dipertandingkan memasak nasi goreng -yang akan disandingkan dengan masakan telur hasil kreatifitas anak-anak.

Selama memasak, peserta tidak diperbolehkan mendapat bantuan dari orang tua atau pihak manapun, dan peserta yang mengikuti kompetisi diwajibkan telah membuat terlebih dahulu resep dan bahan yang akan digunakan, dan diserahkan kepada panitia.

Untuk piring, alat displai makanan, dan bahan baku yang akan digunakan dalam pembuatan telur, para peserta telah diwajibkan untuk membawa sendiri dalam keadaan belum dimasak, kecuali nasi (putih) yang boleh dibawa dalam kondisi sudah matang -sebagai bahan utama nasi goreng.

Selain bumbu-bumbu masak, peserta juga diperbolehkan membawa bahan lainnya seperti sayuran, daging, ayam, atau ikan sesuai dengan kreatifitas peserta.

Dalam kompetisi itu, panitia telah menyediakan masing-masing tiap peserta mendapat 1 unit kompor induksi (kompor listrik), 1 buah wajan anti lengket, dan 1 set celemek beserta topi chef yang digunakan pada saat kompetisi berlangsung.

Kompetisi yang digelar secara cuma-cuma ini merupakan rangkaian kegiatan Happy Fun Easter. Kegiatan lain yang digelar yakni Math Competition with Mathemagics,Story Telling bersama Pak Raden, Kids Drawing & Coloring Competition, Lomba Menghias Telur, dan bazaar kebutuhan rumah tangga, peralatan sekolah, dan aneka busana.

penulis: sawitri | editor: ria laksmi

Kenalkan Kebiasaan Memasak Telur Sejak Dini

Mengenalkan cara memasak produk olahan hasil ternak, yakni telur sejak masa kanak-kanak -selain memberikan sensasi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak, juga memberi pembekalan yang penting tentang pentingnya asupan protein hewani baik saat anak-anak, remaja hingga kelak ketika mereka dewasa.

Hal itulah yang dilakukan oleh Mall Ciputra Jakarta dengan menggelar ‘Kids Fun Cooking Competition’ di Jakarta pada akhir pekan lalu. Ajang kompetisi anak-anak tersebut merupakan wahana unjuk kebolehan anak-anak berumur 8-12 tahun dalam membuat masakan telur hasil kreasi mereka. Peserta dibebaskan untuk membuat jenis masakan apa saja, apakah itu telur ceplok, dadar, omelet, atau pun telur orak-arik.

Jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini berjumlah 24 anak, yang akan memasak telur dalam waktu yang telah ditetapkan. Kompetisi dinilai oleh tiga juri yakni Chef Agus, Chef Adi, dan Maya. Penilaian dewan juri meliputi ketepatan  persiapan, persiapan dan kebersihan, proporsi, kreatifitas dan presentasi, serta cita rasa. Yang disebut terakhir memiliki poin nilai tertinggi. Selain memasak telur, dalam kompetisi ini juga dipertandingkan memasak nasi goreng -yang akan disandingkan dengan masakan telur hasil kreatifitas anak-anak.

Selama memasak, peserta tidak diperbolehkan mendapat bantuan dari orang tua atau pihak manapun, dan peserta yang mengikuti kompetisi diwajibkan telah membuat terlebih dahulu resep dan bahan yang akan digunakan, dan diserahkan kepada panitia.

Untuk piring, alat displai makanan, dan bahan baku yang akan digunakan dalam pembuatan telur, para peserta telah diwajibkan untuk membawa sendiri dalam keadaan belum dimasak, kecuali nasi (putih) yang boleh dibawa dalam kondisi sudah matang -sebagai bahan utama nasi goreng.

Selain bumbu-bumbu masak, peserta juga diperbolehkan membawa bahan lainnya seperti sayuran, daging, ayam, atau ikan sesuai dengan kreatifitas peserta.

Dalam kompetisi itu, panitia telah menyediakan masing-masing tiap peserta mendapat 1 unit kompor induksi (kompor listrik), 1 buah wajan anti lengket, dan 1 set celemek beserta topi chef yang digunakan pada saat kompetisi berlangsung.

Kompetisi yang digelar secara cuma-cuma ini merupakan rangkaian kegiatan Happy Fun Easter. Kegiatan lain yang digelar yakni Math Competition with Mathemagics,Story Telling bersama Pak Raden, Kids Drawing & Coloring Competition, Lomba Menghias Telur, dan bazaar kebutuhan rumah tangga, peralatan sekolah, dan aneka busana.

Spread the love

Leave a Reply