Kebijakan Industri Persusuan akan Ditinjau Ulang

Livestockreview.com, News. Kementerian Pertanian berencana meninjau ulang berbagai kebijakan yang terkait dengan produksi susu segar karena berpotensi terus menyusut. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan produksi susu segar dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.“Produksi susu segar kita kecil sekali, hanya 30% dari kebutuhan, sisanya sebesar 70% itu kita impor,” ujarnya baru-baru ini. Produksi susu segar dalam negeri, lanjutnya, berpotensi terus menyusut. Pasalnya, harga susu segar yang tidak kompetitif bisa berimbas pada menurunnya minat peternak memelihara sapi perah.

Data Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan menyebutkan populasi sapi perah tahun lalu mencapai 621.980 ekor. Jumlah tersebut tumbuh tipis 4,15% dibandingkan dengan populasi di tahun sebelumnya sebesar 597.213 ekor.

Sementara itu, dilihat dari persebarannya, populasi sapi perah masih terkonsentrasi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Populasi di ketiga daerah tersebut mencapai 609.953 ekor, atau setara dengan 98,07% dari total populasi sapi perah nasional.

Rusman optimistis pemerintah bisa meningkatkan produksi susu nasional. Menurutnya, saat ini Kementan sedang mempertimbangkan beberapa opsi guna merealisasikan tujuan tersebut. “Rendahnya harga ini bisa kita atasi, mungkin perlu ditinjau lagi apakah perlu insentif. Macam-macam bentuk instrumennya, bisa insentif atau juga semacam Harga Patokan Pembelian,” imbuhnya.

Selain dihadapakan pada rendahnya harga, perkembangan produksi susu nasional juga terkendala pemasaran. Rusman mengatakan sistem pemasaran susu segar saat ini sudah jauh berubah. “Pemasaran susu segar juga bermasalah karena konsumen kita tidak mendukung. Anak-anak sekarang lebih suka susu bubuk daripada susu segar,” ungkapnya.

follow our twitter: @livestockreview

sumber: b15nis | editor:sugiyono

Spread the love

Leave a Reply