Jelang Puasa, Harga Ayam Bisa Rp 16.000 per kg

Livestockreview.com, Bisnis. Bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari membuat harga ayam melonjak. Saat ini harga jual ayam siap potong mencapai Rp 15.500 per kilogram (kg), naik sekitar 6,9% dibandingkan awal bulan Juni lalu yang sebesar Rp 14.500 per kg.

Wakil Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Muslikhin mengatakan, saat-saat menjelang Ramadhan kebutuhan ayam akan meningkat hingga 10%. “Harga ayam di tingkat peternak Rp 15.000, untuk Jabodetabek berkisar Rp 15.500 per kg,” katanya, belum lama ini.

Harga itu diperkirakan akan semakin bertengger tinggi mendekati bulan puasa, terutama satu pekan menjelang Ramadhan. Dengan makin besarnya permintaan daging ayam, harga ayam siap potong akan naik di kisaran harga Rp 16.000 per kg.

Optimisme peningkatan harga juga diungkapkan Wahyu Suhadji, Direktur Utama PT Rajawali Utama di Makasar. “Pekan depan permintaan akan mulai tinggi karena bulan puasa kian dekat,” katanya. Untuk mempersiapkan kenaikan permintaan, pihaknya telah menambah suplai ayam sekitar 15% dari bulan-bulan biasanya yang mencapai 90.000 ekor.

Walau harga ayam di tingkat peternak mulai naik, menurut Muslikhin, kenaikannya belum berimbas di tingkat eceran. Harga daging ayam karkas di sejumlah pasar di Jabodetabek masih stabil seperti pekan sebelumnya, yakni Rp 27.500 per kg.

Namun berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga daging ayam nasional pada Minggu (29/6) mencapai Rp 25.670 per kg, naik tipis dibandingkan rata-rata selama bulan Juni yang mencapai Rp 25.021 per kg

Di sisi lain, peningkatan harga ayam belum bisa membuat peternak ayam potong untung besar. Sebab, biaya produksi terutama harga bibit ayam atau day old chicken (DOC) dan pakan ternak turut mengalami kenaikan.

Menurut Muslikhin, harga pakan saat ini telah mencapai Rp 5.800 per kg, naik Rp 350 dibandingkan pekan lalu. Sementara harga DOC mencapai Rp 6.000 per ekor dari awal Juni Rp 4.500 per kg. Sehingga, “Harga pokok produksi naik menjadi Rp 14.800 per kg,” ujarnya.

Naiknya biaya produksi juga diungkapkan Wahyu. “Masuk musim kemarau panjang, pertumbuhan ayam menjadi lambat. Dulu setelah satu bulan beratnya mencapai 1,3 kg per ekor, sekarang hanya mencapai 9 ons per ekor,” katanya.

 follow our twitter: @livestockreview

sumber: antara | editor: soegiyono

Spread the love

Leave a Reply