Jagung Lokal Mampu Kurangi Impor Jagung untuk Pakan Ternak

Livestockreview.com, Bisnis. Konsumsi daging ayam dan telur dunia per kapita akan terus meningkat dari tahun 1990 hingga tahun 2030. Justru untuk daging sapi akan sedikit mengalami penurunan, akan tetapi tidak signifikan.

Meningkatnya konsumsi produk hasil ternak ini, tentunya memberi pengaruh terhadap peningkatan konsumsii pakan. Konsumsi pakan ternak dari 2010 hingga 2012 selalu mengalami peningkatan. Konsumsi pakan tahun 2010 sebesar 10,7 juta ton meningkat menjadi 11,2 juta ton, sedangkan pada tahun 2012 konsumsi pakan hingga bulan Juni 2012 baru mencapai 6,2 juta ton yang diestimasi meningkat menjadi 12,7 juta ton dan konsumsi pakan tahun berikutnya juga diestimasi meningkat menjadi 13,8 juta ton.

Peningkatan kebutuhan pakan setiap tahunnya merupakan peluang industri pakan untuk terus berkembang. Konsumsi pakan terdiri dari konsumsi pakan broiler sebesar 45%, layer 44%, breeder 9%, dan lainya 2%.

Ketua GPMT Drh. F.X Sudirman mengatakan, konsumsi pakan yang meningkat juga menyebabnya meningkatnya kebutuhan pakan, sehingga pabrik pakan membutuhkan bahan baku pakan yang meningkat pula. Hal ini berpengaruh terhadap peningkatan impor bahan pakan. Jagung sebagai bahan baku pakan utama karena hampir 50% digunakan dalam formula bahan pakan unggas.

Impor jagung pada tahun 2010 meningkat menjadi 1.908.000 ton, sedangkan pada tahun 2009 hanya sebesar 333.936 ton. Pada tahun 2011, impor jagung juga meningkat menjadi 3.144.000 ton dan hingga bulan Juni 2012 baru mencapai 733.254 ton. Estimasi impor jagung tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 2.000.000 ton.

Hal ini karena produksi jagung lokal yang meningkat dapat mengurangi volume impor jagung. Dalam rangka melindungi petani jagung, pemerintah memberlakukan pembatasan informal impor jagung. Selain jagung, bungkil kedelai juga diimpor dengan nilai yang lebih
tinggi. Penyebabnya adalah produksi kedelai nasional yang masih rendah. Impr bungkil kedelai tahun 2009 sebesar 2,3 juta ton dan meningkat menjadi 2,86 juta ton pada tahun 2010. Pada tahun 2011, impor bungkil kedelai masih mengalami peningkatan menjadi 2,94 juta ton dan hingga bulan Juni 2012 mencapai 1,544 juta ton.

follow our twitter: @livestockreview

penulis: 121k4 | editor: soegiyono

Spread the love

One thought on “Jagung Lokal Mampu Kurangi Impor Jagung untuk Pakan Ternak

Leave a Reply