Antara Daging Merah dan Daging Putih

Livestockreview.com. Daging sapi dapat diolah menjadi berbagai masakan, baik yang bersifat tradisional (seperti empal, semur, sate, rawon, atau dendeng) maupun dalam bentuk olahan modern (seperti bistik, kornet, sosis, daging asap, bakso, dan lain-lain). Selain sebagai sumber protein hewani yang sangat penting bagi tubuh, daging juga mengandung sejumlah asam lemak jenuh dan kolesterol, sehingga bila dikonsumsi berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Konsumsi daging merah sebaiknya diimbangi daging putih yang berasal dari unggas (ayam atau bebek) dan ikan. Lebih baik lagi kalau dapat memilih ikan laut yang dimasak dengan cara dipanggang, dipepes, dikukus, ditim, atau direbus, bukan yang digoreng.

Perhatian khusus harus ditujukan pada jeroan. Jeroan adalah organ dalam tubuh hewan yang sudah dijagal kecuali daging utama, otot, dan tulang. Jeroan dapat berupa: hati, jantung, ginjal, babat, usus, lidah, dan otak.

Hati merupakan organ utama tubuh bagian dalam dari hewan. Senyawa beracun lebih banyak ditemui di hati daripada bagian tubuh lain karena hati merupakan pusat netralisasi racun di dalam sistem pencernaan.

Karena itu, bila ingin mengonsumsi hati, sebaiknya mencucinya berulang kali hingga bersih dan merebusnya hingga matang, kemudian baru mengolahnya sesuai keinginan. Hal tersebut sangat penting untuk mengurangi bahaya yang ditimbulkan.

Otak merupakan jenis jeroan yang paling digemari. Otak memiliki tekstur lembut dan berwarna putih keabu-abuan. Umumnya otak sapi dan kambinglah yang sering diolah, terutama menjadi gulai. Waspadalah terhadap kandungan kolesterol yang tinggi dalam otak.  follow our twitter: @livestockreview

Spread the love

Leave a Reply