Bel-Mart Bersiap Waralabakan Gerainya

Livestockreview.com, Produk Olahan. Bel-Mart, minimarket ayam segar, bersiap mewaralabakan gerainya. “Ya, arahnya memang ke sana. Tapi untuk saat ini kita kelola sendiri karena harus disiapkan semuanya,” kata Deputy President Director PT Sierad Produce Eko Putro Sandjojo di Bogor pertengahan bulan ini.

Business Unit Head Bel-Mart Triyoga Wirawanto menambahkan,paling cepat dua tahun mendatang sistem waralaba ini baru akan diterapkan. Saat ini, Bel-Mart telah memiliki 52 gerai di wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, dengan investasi sebuah gerai mencapai Rp 2 miliar. Eko optimistis minimarket ini dapat diterima masyarakat.

“Kebutuhan masyarakat untuk food safety, termasuk ayam segar dan aman semakin tinggi, inilah yang kami tawarkan di Bel-Mart,” kata Eko.  Selain menyediakan ayam segar, Bel-Mart juga menyediakan ayam siap masak yang sudah berbumbu, seperti chicken teriyaki, chicken BBQ, ayam cabai hijau, ayam goreng lengkuas, dan lain-lain. Kini, Bel-Mart yang menyediakan layanan antar (deliver y service), juga melengkapi gerainya dengan sayuran dan buah-buahan.

Eko menjelaskan, konsep yang ditawarkan Bel-Mart adalah jaminan penyediaan daging ayam segar berkualitas yang telah tersertifikasi. Ini, lanjut Eko, didukung sepenuhnya oleh sistem produksi PT Sierad Produce Tbk, mulai dari pembibitan ayam, penggunaan pakan ternak yang berkualitas, hingga sistem pemotongan ayam dengan kualitas baik sesuai standar nasional dan internasional. “Kualitas tersebut kami pertahankan sampai di gerai-gerai Bel-Mart,” ujar Eko.

Seluruh proses pemilihan ayam bibit unggul hingga pemotongan ayam dengan kualitas terbaik dilakukan di rumah pemotongan ayam (RPA) milik PT Sierad Produce di Parung, Bogor. Pabrik seluas 2.148 m2 itu memiliki kapasitas pemotongan 8 ribu ekor ayam per jam. “Di RPA, kami menerapkan kebijakan mutu di mana semua produk harus halal, bersih, sehat, aman, dan berkualitas. Ini mutlak kami terapkan pada seluruh proses produksi yang berlangsung di perusahaan,” ujar Eko.

Untuk mempertahankan kualitas produk yang dijual di Bel-Mart, lanjut Eko, perusahaan ini menerapkan cold chain supply, yaitu sejak dari RPA milik Sierad Produce, di dalam truk pengirim, hingga ke gerai Bel-Mart, produk selalu berada di dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah 6 derajat Celsius. “Ini dilakukan agar kesehatan dan kualitas ayam tidak rusak karena bakteri,” tegas Eko.

sumber: investor | editor: ria laksmi

Leave a Reply