Livestockreview.com, Referensi. Virus sapi gila yang ditemukan di Amerika Serikat sejak 2003 lalu berhubungan dengan kondisi yang tak dapat disembuhkan pada manusia yang disebut Creutzfeldt-Jakob. Penyakit ini mengarah pada penurunan fungsi mental dan gerakan fisik yang cepat.
Kasus sapi gila terbaru ditemukan di California, Amerika Serikat pada bulan Mei 2012. Seperti apa sebenarnya virus dan penyakit sapi gila atau yang umum dikenal dengan mad cow ini? Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering muncul, berikut penjelasannya.
Apakah yang dimaksud dengan virus mad cow?
Mad cow dikenal sebagai bovine spongiform encephalopathy (BSE), yang merupakan gangguan neurologis pada sapi yang menyebabkan degenerasi pada otak dan sumsum tulang belakang, dan pada akhirnya bisa menyebabkan kematian. Infeksi ini pertama kali didiagnosis di Inggris pada tahun 1980-an dan diprediksi berasal dari pakan ternak yang mengandung bagian-bagian hewan yang terinfeksi. BSE disebabkan oleh protein normal yang disebut prion yang mengendap di otak dan jaringan tulang belakang. Hewan menjadi hilang orientasi, tersandung atau bahkan pada akhirnya mati.
Berapa kasus yang sudah teridentifikasi di Amerika Utara?
Terdapat 22 kasus yang teridentifikasi di Amerika Utara sampai akhir tahun 2011, termasuk tiga di AS. Salah satu kasus AS termasuk sapi yang lahir di Kanada, di mana terdapat 19 kasus yang terjadi. Wabah di Inggris memuncak pada Januari 1993 di hampir 1.000 kasus baru pada sapi dalam kurun waktu seminggu.
Apakah manusia bisa terjangkit virus sapi gila?
Virus yang menyerang manusia disebut varian Creutzfeldt-Jakob, atau vCJD. Penelitian menunjukkan, penyakit prion manusia pertama kali dilaporkan di Inggris pada tahun 1996. Menurut ilmuan, penyakit pada manusia mungkin saja menyebar melalui konsumsi makanan olahan yang mengandung daging sapi yang terinfeksi.
Bagaimana dengan gejalanya pada manusia?
Gejala dapat meliputi penglihatan kabur, disorientasi, halusinasi, kurangnya koordinasi dan penurunan kemampuan berbicara. Kondisi ini berlangsung cepat dan dapat berakibat fatal dalam beberapa bulan. Tidak ada pengobatan.
Apakah ada pengobatan bagi hewan ternloombergak?
Tidak
follow our twitter: @livestockreview
sumber: bloomberg | editor: soegiyono