Aneka Perubahan pada Keju dan Penjelasan Logisnya

Livestockreview.com, Produk Olahan. Keju merupakan produk turunan hasil ternak, yakni susu yang diasamkan, yang kini sudah menjadi bahan baku dari banyak santapan kita sehari-hari. Menu yang dulu tidak menggunakan keju sebagai bahan bakunya, kini ditambahkan keju untuk mendapatkan cita rasa yang berbeda. Contohnya, combro, bakso, bahkan nasi bakar.Ada beberapa merek keju yang bisa kita temukan di supermarket. Masing-masing memiliki ciri khasnya masing-masing. Untuk keju siap santap, biasanya kita menggunakan keju slice. Untuk mengolah masakan, kita harus menggunakan jenis keju yang juga berbeda. Dari segi rasa, meskipun namanya keju, tetapi setiap merek mempunyai cita rasa yang berbeda pula.

Beberapa jenis keju ada yang rasanya cenderung asin. Hal ini disebabkan, dalam proses pembuatannya ditambahkan garam sesuai dengan takaran yang diperlukan, serta sesuai dengan panduan International Foods Standard. Penambahan garam sangat penting, karena garam juga berfungsi sebagai pengawet alami dan penguat cita rasa gurih.

Tekstur dan warna keju juga berlainan satu dengan yang lain. Keju kadang-kadang agak keras, dan kadang-kadang agak lembek. Variasi terhadap tekstur bisa saja terjadi, tetapi variasi ini sangat minimal dan sudah diantisipasi dalam spesifikasi produk yang sangat ketat. Perubahan tekstur biasanya diakibatkan oleh variasi yang terjadi di bahan baku susu yang sangat tergantung terhadap cuaca, rumput dan kondisi sapi ketika susu diperah. Tetapi, perubahan tekstur seperti ini tidak mengubah kualitas produknya.

Warna yang berubah

Dalam hal warna, keju juga kadang-kadang berwarna kuning agak kecoklatan. Pada umumnya, warna semua keju yang didistribusikan dan disimpan tanpa pendingin akan berubah seiring dengan bertambahnya umur keju tersebut (Anda bisa mengecek masa kedaluarsa keju di kemasan berdasarkan tanggal produksinya). Kondisi transportasi dan suhu penyimpanan biasanya  sangat menentukan seberapa cepat perubahan warna tersebut terjadi. Ketika umurnya masih muda warna keju biasanya putih pucat, dan menjadi semakin tua ketika sudah memasuki beberapa bulan. Namun tidak perlu khawatir. Perubahan warna ini tidak berpengaruh pada kualitas keju, dan tetap aman untuk dikonsumsi.

Satu hal lagi yang sering jadi masalah, keju batangan akan menjadi kering dan keras ketika disimpan di lemari es. Mengapa hal ini bisa terjadi, dan bagaimana cara mencegahnya?

Hal ini sebenarnya biasa terjadi ketika keju sudah terbuka dan sisanya dibiarkan begitu saja.  Barang apapun yang dibiarkan dalam kondisi terbuka di dalam lemari es pasti akan mengalami penguapan, demikian pula halnya dengan keju yang dibiarkan terbuka dalam kulkas. Sebaiknya, bungkus kembali keju dengan plastik yang rapat, lalu masukkan ke dalam kotak plastik sebelum disimpan di dalam kulkas untuk menghindari terjadinya penguapan.

penulis: syaukani | editor : sugiyono

Spread the love

Leave a Reply