Yuk Simak Manajemen Penyimpanan Bahan Baku Pakan (Bag II)

0
727

Livestockreview.com, Referensi. Bahan baku pakan yang terdapat di dalam gudang sebaiknya disertai dengan label. Informasi yang terdapat di label (untuk bahan baku yang disimpan dalam bentuk curah) meliputi nama bahan baku, tanggal terima, jumlah kontainer, dan jumlah tonase.

Adapun untuk bahan baku yang disimpan dalam bentuk karungan, maka data yang tercantum di label meliputi jumlah karung per pallet (alasan kayu/plastik). Label akan memudahkan pola FIFO untuk diterapkan manajemen karena menjadi pusat informasi tentang keadaan gudang terkini.

Label juga membantu dalam memberikan informasi tentang letak bahan baku yang akan digunakan. Sebagai contoh, data di dalam label berupa jumlah tonase akan dicek secara rutin oleh pengawasan gudang untuk memastikan bahwa bahan baku yang digunakan/diambil sesuai dengan letaknya.

Karakteristik bahan baku perlu diketahui untuk mengetahui penanganan yang harus dilakukan pada bahan tersebut. Setiap bahan baku memiliki karakteristik tersendiri, sehingga penanganannya di dalam gudang akan berbeda dengan bahan yang lain.

Klasifikasi bahan baku yang biasa disimpan di dalam gudang, yaitu: 1) biji-bijian sumber energi seperti jagung 2) biji-bijian legum, 3) hasil sisa biji ekstraksi/bungkil, 4) hasil ternak seperti tepung ikan, 5) umbi-umbian seperti onggok, 6) tepung daun legum, 7) hasil pembuatan gula, dan 8) minyak dan bahan aditif.

Pembagian bahan baku sesuai dengan karakteristiknya akan memudahkan dalam pola penyimpanan dalam gudang. Bahan baku yang memiliki karakteristik yang berbeda harus disimpan dalam area yang berbeda pula. Pemisahan antar bahan baku yang memiliki karakteristik yang berbeda didasarkan pada tujuan agar tidak tercampurnya bahan baku didalam gudang.

Bahan baku yang tercampur dengan bahan lain yang memiliki karakteristik berbeda, akan memberi efek pada kesalahan angka formulasi dan efek kerusakan pada bahan yang lain. Tercampurnya bahan lain pada suatu bahan bakan akan mempengaruhi komposisi kimia nutrien dari bahan pakan tersebut.

Hal inilah yang menjadikan kesalahan angka formulasi. Pakan yang telah disusun dan dihitung sesuai dengan kebutuhan ternak yang akan mengkonsumsinya menjadi overestimed ataupun underestimited dengan adanya kesalahan dalam penyimpanan bahan baku. (BERSAMBUNG).

penulis: m. askari zakariah, kordinator praktikum teknologi fabrikasi pakan (asisten bagian nutrisi makanan ternak, fakultas peternakan, universitas gadjah mada, yogyakarta | editor: sitoresmi fauzi

follow our official twitter: @livestockreview  |  follow our official instagram: livestockreview