Telaah Swasembada Daging 2014 (Bag I)

0
90

Livestockreview.com, Kampus. Perkembangan industri peternakan di Indonesia saat ini kian melesat dengan ditandai meningkatnya konsumsi daging dan susu per kapita, oleh karenanya pemerintah kembali mencanangkan program untuk mewujudkan swasembada daging sapi yaitu Program Swasembada Daging Sapi 2014 (PSDS-2014), yang merupakan kelanjutan program sebelumnya yaitu Swasembada Daging 2005 dan Program Percepatan Swasembada Daging Sapi (P2SDS) 2010.

PSDS 2014 merupakan salah satu program dari 21 program utama Departemen Pertanian terkait dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak berbasis sumberdaya domestik. Program ini diharapkan berlangsung secar berkelanjutan. Swasembada yang dimaksud memiliki arti kemampuan penyediaan daging sapi dalam negeri sebesar 90 – 95% dari total kebutuhan daging nasional. Berkelanjutan artinya, swasembada daging yang ingin dicapai adalah swasembada yang berkelanjutan tidak hanya pada tahun 2014, sehingga perhitungan yang diperoleh tetap mempertahankan tingkat swasembada yang telah dicapai.

Swasembada daging secara langsung akan berdampak positif pada pemerintah dan para peternak. Salah satunya swasembada daging akan mampu turut serta dalam menghemat devisa. Bagi para peternak dan masyarakat program swasembada daging diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang pada gilirannya akan memberi dampak peningkatan kesejahteraan peternak dan merangsang kegiatan ekonomi di pedesaan.

Bagi masyarakat luas, program swasembada daging akan ikut serta dalam penyediaan gizi dan protein hewani mengingat tanpa swasembada daging konsumsi protein hewani masyarakat Indonesiamerupakan yang terendah di ASEAN.

Jika dibandingkan dengan Malaysia yang konsumsinya mencapai 46,87 kg per kapita per tahun, Indonesia baru mencapai 4,5 kg per kapita per tahun. Lebih lanjut, dijelaskan oleh Hall, 2004 bahwa salah satu dampak dari rendahnya konsumsi protein terlihat dari kualitas kesehatan masyarakatnya.

Hal tersebut dapat dilihat dari nilai Human Development Index (HDI) yang salah satu indikatornya adalah kesehatan. Ranking HDI Indonesia pada tahun 2010 menduduki peringkat 108 dari 169 negara. Jika dibandingkan dengan Malaysia, Indonesia jauh tertinggal karena Malaysia menempati posisi ke-57. (BERSAMBUNG)

Bobby Purwadi, Hatmi Mardiansyah, dan Muhammad Arif Adnin, adalah Mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan

Finalis pada Call For Policy Paper dalam Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia oleh ISMAPETI, di Bengkulu, 7-12 Nopember2013 | editor: sitoresmi fauzi

follow our official twitter: @livestockreview  |  follow our official instagram: livestockreview