Simak Kiat Membedakan Daging Babi dan Sapi

Livestockreview.com, Produk Olahan. Menjelang hari-hari besar keagamaan, modus penipuan daging sapi dengan daging babi acap terjadi. Masyarakat diharapkan untuk lebih berhati-hati atas modus penjualan daging babi yang menyerupai daging sapi tersebut. Pasalnya daging tersebut dijual lebih murah daripada daging sapi biasanya.

Kalau dilihat secara sepintas, daging babi dan sapi yang masih mentah memang tampak mirip; karena sama-sama berjenis daging merah. Hal ini agak mengkhawatirkan bagi umat muslim, terutama yang terbiasa berbelanja di pasar. Sebab, terkadang ada saja pedagang nakal yang mencampurkan kedua jenis daging tersebut.

Tak perlu khawatir, sebenarnya kita bisa membedakan kedua jenis daging tersebut sendiri, terutama dari sisi tekstur, serat, hingga aroma daging babi dan sapi memiliki perbedaan yang cukup jelas. Supaya enggak keliru lagi, yuk simak lima cara membedakan daging babi dan sapi berikut ini:

Daging babi memiliki warna lebih pucat dari sapi
Daging babi dan sapi mentah memiliki warna yang cukup berbeda. Pada daging babi segar biasanya berwarna lebih pucat yang hampir menyerupai ayam. Hanya saja merahnya daging babi tak semerah sapi.

Lemak pada daging babi lebih tebal daripada sapi
Daging babi memiliki lapisan lemak yang lebih banyak dan tebal. Dari segi tekstur, lemak daging babi lebih lembut dan elastis sehingga mudah lumer. Sedangkan lemak sapi lebih kaku dan agak kasar.

Lemak babi yang tebal tersebut juga mengandung lebih banyak lemak jenuh, sehingga kurang baik untuk kesehatan; namun bisa memunculkan rasa lebih gurih pada makanan. Sedangkan lemak daging sapi dinilai lebih sehat, apabila sapi tersebut diberi pakan rumput atau berlabelkan daging organik.

Daging sapi lebih keras dari babi
Tekstur pada daging babi dan sapi juga bisa kita rasakan dengan jelas. Caranya, irislah sedikit daging tersebut lalu tarik perlahan. Jika daging tersebut agak keras dan susah direnggangkan, maka itu daging sapi. Sebaliknya, bila terasa lembek dan mudah direnggangkan itu tandanya daging tersebut adalah daging babi.

Tak hanya itu, serat pada daging sapi juga akan terasa lebih kasar dengan garis yang lebih tebal. Dan, saat direnggangkan akan semakin jelas terlihat perbedaannya.

Aroma daging sapi lebih tajam
Bila masih ragu, cobalah cium aroma daging tersebut. Bila baunya tajam dan agak anyir laiknya darah, bisa jadi itu daging sapi. Mencium aroma daging sebenarnya menjadi cara yang paling ampuh untuk membedakan kedua jenis daging tersebut, sayangnya hal ini butuh latihan agar indera penciuman kita lebih peka.

Daging babi yang dimasak lebih mirip ayam
Daging babi yang sudah dimasak biasanya agak lebih kecokelatan dan terkadang mirip ayam. Sementara daging sapi biasanya akan tetap merah. Tak hanya daging yang dimasak, kaldu keduanya pun bisa dibedakan. Caranya dengan melihat lapisan lemak pada kaldu. Kaldu dari daging babi lebih berlemak, berminyak, dan kental. Sebaliknya, kaldu sapi akan terlihat lebih sedikit lemak, dan agak encer.

Poin-poin di atas merupakan kiat praktis untuk membedakan daging babi dan sapi. Selamat berbelanja daging, dan jangan salah pilih daging babi.

editor: disa pricilliawati | sumber: livestrong, india time, kumparan

follow our ig: www.instagram.com/livestockreview





Spread the love

Leave a Reply