Rambu-rambu Memilih Susu formula

0
94

Livestockreview.com, Bisnis. Susu formula menjadi alternatif kala bayi tak dapat mengkonsumsi ASI dalam jumlah.Namun konsumen jeli dalam memilih susu formula. Sebab, bila susu formula yang dipilih tidak cocok, bisa timbul gangguan tumbuh kembang bayi yang terjadi terus-menerus dalam jangka panjang. Prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik harus sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak
Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan standar Recommendation Dietary Allowance (RDA). Standar RDA untuk susu formula adalah jumlah kalori, vitamin, dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi untuk mencapai tumbuh kembang optimal.

Setiap perusahaan susu harus memenuhi beberapa standar kesehatan internasional, seperti Hazard Analytical Critical Control Point dan Good Manufacturing Practices. Pemeriksaan itu dilakukan oleh auditor khusus, juga oleh petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan. Ketika ada pengalengan susu yang tak sempurna, ada cacat, atau ada lubang pada kaleng, susu harus dibuang. Kerusakan seperti itu menjadi pintu masuk bagi bermacam bakteri, seperti Salmonella, yang menyebabkan tifus, atau E. coli, yang memicu diare. “Susu punya komposisi yang bagus untuk manusia, sekaligus sebagai tempat tumbuh bakteri,” ujar guru besar bidang mutu pangan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Roosita Lobo Balia.

Jangan Tergiur oleh zat-zat ‘ajaib’ yang ditambahkan ke dalam susu Formula

Menurut Roosita, dari proses pembuatannya, susu bubuk seharusnya telah steril dari segala bakteri. Sebab, susu yang dipancarkan dengan kuat itu sekaligus dipanaskan dengan suhu 150-260 derajat Celsius dalam hitungan detik agar kualitasnya tidak rusak. Namun, setelah proses itu, bakteri punya celah masuk ketika susu bubuk ditambahi formula dengan beragam fungsi. Misalnya vitamin A, D, E, dan K serta asam amino yang mencerdaskan otak dan probiotik supaya bayi memiliki bakteri pencerna yang bagus dalam usus.

Proses penambahan formula itu terjadi dalam suhu kamar sekitar 37 derajat Celsius, yang memungkinkan bakteri seperti Enterobacter sakazakii-bakteri berbahaya penyebab meningitis-masih bisa tumbuh. “Bakteri itu akan ikut pada penambahan apa saja pada temperatur yang tidak steril,” ujar doktor mikrobiologi pangan dari University of New South Wales, Australia, itu.

Untuk itulah, jangan terlalu tergiur oleh zat-zat “ajaib” yang ditambahkan ke dalam susu formula. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian asam lemak AA dan DHA pada bayi prematur memang bermanfaat. Tapi, bagi bayi yang lahir cukup bulan (bukan prematur), pemberian kedua zat itu tidak memberikan faedah signifikan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur.Jadi bijaklah memilih susu formula. Ingat celetukan iklan: “Buat anak kok coba-coba.

sumber: tempo | editor: soegiyono

SHARE
Previous articleMemanfaatkan Bulu Ayam untuk Bahan Plastik
Next articleTakaran Benar Konsumsi Keju
Livestockreview.com didedikasikan untuk turut memajukan industri peternakan dan produk hasil olahannya di tanah air. Diasuh oleh para ahli di bidangnya, Livestockreview.com menjadi ajang update informasi bagi para pelaku bisnis dan industri peternakan Indonesia.