Perbaikan Manajamen Pakan Berbasis Pakan Lokal

0
85

Livestockreview.com, Kampus. Kebutuhan konsumsi daging sapi di Indonesia cenderung terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani.

Laju permintaan daging sapi yang meningkat ini tidak diimbangi oleh peningkatan produksi daging sapi dalam negeri. Untuk mewujudkan harapan swasembada daging, perlu dilakukan kajian tentang kondisi pembangunan peternakan sapi di beberapa daerah dan disiapkan strategi yang sistematis. Salah satu strateginya adalah perbaikan pakan pada berbagai fase pertumbuhan khususnya pada sapi dara sampai periode laktasi sehingga diharapkan produktivitas ternaknya tinggi.

Pencapaian Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) Tahun 2014 dilaksanakan dengan pakan berbasis sumberdaya lokal yang disesuaikan kebutuhan ternak. Pakan merupakan salah satu faktor penting di dalam usaha peternakan, lebih-lebih terhadap tinggi rendahnya produksi. Pakan ternak sapi potong dari sudut nutrisi merupakan salah satu unsur yang sangat penting untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan, dan reproduksi ternak.

Pakan yang baik akan menjadikan ternak sanggup menjalankan fungsi dalam tubuh secara normal. Kebutuhan makanan akan meningkat selama ternak masih dalam pertumbuhan berat tubuh pada saat kebuntingan. Swasembada daging 2014 dapat terealisasikan melalui beberapa strategi, diantaranya adalah mengubah orientasi peternakan rakyat menjadi usaha agribisnis, perbaikan pemeliharaan, dan manajemen pakan yang optimal.

Pola pikir peternak yang berubah, akan mulai memikirkan teknologi yang bisa memajukan  eternakan, salah satunya melalui integrasi tanaman. Integrasi tanaman ternak terdiri dari komponen budidaya tanaman, budidaya ternak dan pengolahan limbah. Penerapan teknologi pada masing-masing komponen merupakan faktor penentu keberhasilan integrasi tersebut.

Integrasi dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan produktifitas peternakan apabila peternak menguasai dan menerapkan inovasi teknologi. Pada kondisi ini peternak awalnya memelihara salah satu komponen integrasi, kemudian diikuti integrasi tanaman dengan ternak dalam hal pembagian lahan dan seleksi bahan pakan. Seleksi dapat dilakukan dengan mengetahui terlebih dahulu mutu nutrisi pakan limbah pertanian dan perkebunan, kandungan toksin dan/atau antinutrisi di dalam tanaman dan cemaran berbahaya pada tanaman.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas pertanian organik saat ini, maka limbah hasil pertanian organik tersebut merupakan alternatif yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pakan limbah yang mampu mengurangi resiko terjadinya residu bahan beracun berbahaya pada produk ternak, serta mengurangi ancaman terhadap kesehatan ternak.

Tahap selanjutnya terjadi perkembangan integrasi dengan saling memanfaatkan limbah komponen integrasi. Integrasi tanaman ternak yang didukung atau dipromosikan pemerintah akan berkembang dengan mempercepat proses evolusi tersebut melalui bantuan teknologi. Peningkatan mutu limbah hasil pertanian dan perkebunan sebagai pakan ternak umumnya dilakukan melalui
pengolahan terlebih dahulu sebelum limbah pertanian dan perkebunan diberikan kepada ternak, terdiri dari: perlakuan fisik, kimia, biologi, dan kombinasi.

Perbaikan pakan dilakukan pada berbagai periode pertumbuhan, yaitu periode pubertas (dara), bunting dan laktasi. Manajemen pakan berbasis bahan pakan lokal tersebut adalah :
a. Pertambahan bobot badan harian (PBBH) optimal untuk sapi dara yaitu 0,5 kg/hari dapat tercapai apabila jumlah pemberian pakan dalam bentuk kering pada sapi dara sebanyak 3% dari berat badan.
b. Pemberian pakan untuk induk bunting adalah dengan komposisi standar : PK ≥ 8%, TDN 7,58%, SK ≤ 20% dan abu ≤ 10%.
c. Pemberian pakan standar pada sapi menyusui dilakukan selama 2 bulan awal laktasi. Pakan yang diberikan dalam jumlah yang sama dengan pakan saat bunting tua, namun terdapat perbedaan komposisi, yaitu : PK > 10%, TDN 7,59%, SK < 17% dan abu < 10%.

Realisasi swasembada daging 2014 selain melalui perbaikan pakan, juga harus mendapat perhatian sungguh – sungguh dari pemerintah. Peran pemerintah yang cerdas dalam membimbing peternak akan menimbulkan motivasi peternak dalam memelihara ternaknya. Sehingga diharapkan yang bekerja bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh komponen bangsa Indonesia.

Afifah Noor Hidayah, Mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Puwrokerto, Jawa Tengah

Duta Save Betina Produktif pada Lomba Karya Tulis Ilmiah oleh Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (Ismapeti) 2013

follow our official twitter: @livestockreview  |  follow our official instagram: livestockreview