Nugget Makanan Tak Sehat?

0
163

Livestockreview.com, Riset. Banyak perusahaan pembuat produk olahan hasil ternak, yakni nugget, membuatnya  dengan berbagai campuran tambahan yang terdiri dari berbagai bagian ayam. Jadi, bukan terdiri dari daging putih ayam yang rendah lemak.

“Jadi, kebanyakan nugget merupakan produk dengan kalori, lemak, garam, dan gula dengan kadar tinggi yang sebenarnya tak sehat,” kata Ahli obat dan pediatrik dari University of Mississippi Medical Center, Dr. Richard D. deShazo.

deShazo dan ketua organisasi advokasi makanan sehat, Jamie Oliver menilai, anak-anak Amerika telah dicuci otaknya untuk ketagihan nugget, meski mereka tahu makanan itu banyak dibuat dari tulang dan bahan lain yang tak dianjurkan untuk dimakan.

Apalagi, di Mississippi, banyak anak yang menderita obesitas. Bahkan, diperkirakan, pada 2030 nanti 66,7 persen warga Mississippi akan terkena obesitas. Memang belum diketahui apakah ada hubungannya dengan konsumsi nugget, namun yang pasti makanan itu amat populer buat anak-anak di kota itu.

Seperti yang diinformasikan sebelumnya, Ahli obat dan pediatrik dari University of Mississippi Medical Center, Dr. Richard D. deShazo, telah meneliti apa yang terkandung dalam makanan cepat saji yakni nugget. Ketika deShazo dan ahli patologi Steven Bigler memotong chicken nugget secara random, mereka menemukan kandungan pembuluh darah, lemak, tulang rawan.

Kemudian, mereka meneliti chicken nugget dari sebuah rumah makan. Hanya 50 persen kandungan daging ayam yang terdapat dalam chicken nugget itu. Selebihnya berupa kandungan pembuluh darah, otak, jaringan epithelium, dan tulang yang seharusnya menjadi sampah. Saat kandungan nutrisi diteliti, sebanyak 56 persen terdiri dari lemak, 25 persen kandungan karbohidrat, dan 19 persen protein. Demikian dilaporkan The Atlantic.

Sementara nugget dari rumah makan lainnya mengandung 40 persen tulang dan otot, kemudian sisanya campuran tulang, lemak, dan jaringan-jaringan organ lainnya.

follow our twitter: @livestockreview

sumber: th3 4tlantic | editor: sitoresmi fauzi