Merancang SDM Peternakan dan Pertanian yang Profesional, Mandiri, Berdaya Saing dan Berjiwa Wirausaha

Livestockreview.com, Referensi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan pertumbuhan ekonomi pada periode 2016-2045 rata-rata 5,7 persen per tahun, diperkirakan pada 2036, Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

Melalui pertumbuhan ekonomi yang terjaga cukup tinggi, Indonesia dapat meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah hingga 70 persen pada 2045. Pada paruh periode pencapaian itu, ada puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi mulai tahun ini hingga 2035.

Semua itu bisa terwujud jika pemenuhan kebutuhan pangan sebagian besar masyarakat terpenuhi baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kuantitasnya. Di sinilah peran penting pembangunan pertanian dan peternakan di Indonesia. Tujuan pembangunan pertanian di Indonesia yakni untuk menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

Untuk itu, harus dilakukan berbagai upaya dengan cara meningkatkan produktifitas, kualitas dan kontinuitas, kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi dalam Diskusi Online dengan tema “Menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Peternakan Unggul dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045.

Diskusi seputar SDM pertanian dan peternakan yang berlangsung pada 9 Mei 2020 tersebut diselenggarakan oleh Yayasan CBC Indonesia (YCI) dan Indonesia Livestock Alliance (ILA) dengan berkolaborasi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Kadin Indonesia dan Pisagro.

Selain Dedi, narasumber lain yang hadir dalam acara tersebut yakni Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Kadin Indonesia Anton J Supit, Dekan Sekolah Vokasi IPB Dr. Arif Daryanto, M.Ec, Kepala Pusat Pendidikan Polbangtan Dr.Idha Widi Arsanti,SP,MP, Sampoerna Entrepreneur Training Center Sri Hastuti Widowati, dan Direktur Nutricell Pacific Suaedi Sunanto. Adapun pembahas diskusi adalah Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Ali Agus dan Wakil Ketua Komtap Pelatihan dan Ketenagakerjaan KADIN INDONESIA Dasril Rangkuti.

Dedi menguraikan, sangat penting untuk mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha. Ia memaparkan, SDM pertanian yang profesional, yakni memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang ditekuni, mempunyai pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi dan atribut lain yang diperlukan agar dapat berhasil dalam pekerjaannya.

Adapun mandiri, yakni SDM pertanian tersebut harus lebih mengandalkan inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada diri sendiri secara konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain.

Karakter berikutnya adalah memiliki daya saing, yakni memiliki kemampuan untuk menghadapi hambatan atau kemampuan untuk meraih kesuksesan, mampu mengidentifikasi peluang bisnis serta dapat merencanakan usaha pertanian yang menguntungkan, memiliki karakter yang tangguh dan berani mengambil risiko , baik dalam pasar domestik maupun ekspor.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus menambahkan, SDM unggul dicirikan pada komposisi 40 % cerdas dalam hal akademik, 30 % ketrampilan manajerial dan organisasi, dan 30 % memiliki penguasaan empati dan perhatian pada kehidupan sosial. SDM unggul, tambah Ali adalah yang bisa dibanggakan karena pesona dan prestasinya.

Pesona diri SDM unggul tercermin dari 7 sapta pesona yakni: kejujuran adalah nafasku, disiplin adalah sikapku, tanggungjawab adalah jiwaku, semangat adalah darahku, berfikir kritis adalah kebiasaanku, sopan santun adalah budayaku, dan karya nyata adalah kebanggaanku.

Untuk mewujudkan SDM unggul dengan karakter lengkap seperti itu, maka sangat diperlukan adanya pasokan sumber protein hewani sebagai zat gizi utama pembentuk SDM mumpuni. Dan, untuk menjamin pasokan sumber protein hewani domestik tetap terjaga, SDM unggul di bidang peternakan harus dicetak sejak dari sekarang, agar siap memasuki pasar global yang penuh kompetisi ini.

editor: disa pricilliawati | sumber: yci-ila

follow our ig: www.instagram.com/livestockreview





Spread the love

Leave a Reply