Mengonsumsi Daging? Waspadai Rambu-rambunya

1
111
Livestockreview.com, Produk Olahan. Di kebanyakan masyarakat luas, ada mitos yang masih dipercaya bahwa daging merah seperti sapi dan kambing  adalah salah satu penyebab terbesar timbulnya penyakit jantung. Benarkah demikain?
Sesungguhnya, jika daging dipilih dan diolah dengan benar, maka kita dapat mengurangi kadar lemak jenuh di dalamnya, menghindari kulit keriput lebih awal, penyumbatan pembuluh arteri dan juga peningkatan kolesterol. Mau tahu caranya? Simak hal-hal berikut ini:
1. Pilih yang terbaik. Bila Anda ingin membeli daging, maka pilihlah yang masih segar, baru dan memiliki kandungan lemak paling rendah.
2. Tanpa lemak. Sebagai pembeli, Anda bisa meminta untuk dipilihkan daging tanpa lemak kepada si penjual. Biasanya di supermarket besar, daging tanpa lemak lebih mudah dijumpai karena sudah diberi label ‘tanpa lemak’.
3. Buang lemaknya. Potong dan buang bagian berlemak yang masih menempel pada daging sebelum diolah.
4. Rebus atau panggang. Olah daging dengan cara direbus atau dipanggang daripada digoreng karena hanya akan menambah kandungan lemak dan kolesterolnya. Jika Anda masih ingin menggoreng daging, maka gunakan minyak yang baru, bukan dari minyak bekas (jelantah).
5. Buang minyaknya. Hilangkan kelebihan minyak dan kalori pada daging yang dipanggang dengan menggunakan tisu minyak.
6. Tahu batasnya. Kurangi mengonsumsi daging yaitu tidak lebih dari satu potong daging atau sekitar 85 gram daging merah dalam seminggu.
Ternyata sangat mudah ya? Mengonsumsi daging rendah lemak dan mengandung lemak tak jenuh dapat membuat usia kita 6 tahun terlihat lebih muda. Percaya? Buktikan sendiri.

1 COMMENT