Mana Lebih Baik, Susu Sapi atau Susu Kambing?

1
110

Livestockreview.com, riset. Susu apa yang biasa Anda konsumsi? Susu sapi atau susu kambing? Sebenarnya, keduanya sama-sama menjadi salah satu sumber nutrisi protein hewani terbaik yang dibutuhkan tubuh. Namun tetap ada bedanya. Apa saja?

Susu sapi dan kambing sama-sama mengandung kadar kalsium yang sama dan beberapa jenis vitamin serta mineral lainnya. Namun, menurut British Dietetic Assiciation, kandungan vitamin B12 yang penting untuk pembentukan sel darah merah, lebih banyak terkandung dalam susu sapi.  Setengah gelas susu sapi sudah mengandung hampir dua pertiga asupan harian yang direkomendasikan. Anda harus minum sembilan kali susu kambing untuk mendapatkan tingkat yang sama dengan susu sapi.

Terbukti, beberapa anak yang diberi susu kambing ditemukan kekurangan vitamin B12, termasuk gejala kelelahan dan lemah. Satu porsi 100 ml susu sapi mengandung 67 kalori dan 3,9 gram lemak.

Menurut penelitian tahun lalu yang dilakukan oleh peneliti dari University of Granada di Spanyol, susu kambing dapat meningkatkan penyerapan zat besi yang lebih efektif dibandingkan susu sapi. Studi ini juga menemukan bahwa susu kambing mengandung tingkat tinggi seng dan selenium, yang membantu sistem kekebalan tubuh.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa susu kambing mengandung oligasakarida dalam jumlah besar, sebuah senyawa di usus besar untuk mencerna makanan dan bertindak seperti prebiotik, serta meningkatkan pertumbuhan prebiotik sehat.

Satu porsi 100 ml susu kambing mengandung 60 kalori dan 3,5 gram lemak. Karena mengandung lebih sedikit kalori, susu kambing bisa membuat berat badan Anda terjaga dan meminimalkan perut kembang.

Namun, susu kambing tidak disarankan untuk bayi dan anak-anak, karena proteinnya terlalu terkonsentrasi bagi anak-anak untuk dicerna dan beberapa sumber itu tidak dipasteurisasi (pemanasan makanan), sehingga meningkatkan risiko infeksi bakteri, diare dan penyakit.

 follow our twitter: @livestockreview

sumber: British Dietetic Assiciation | editor: sitoresmi fauzi

1 COMMENT