ISMAPETI Telah Gelar Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan 2013

Livestockreview.com, Kampus. Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) dan Himpunan Profesi Mahasiswa Peternakan (HIPROMATER) Universitas Bengkulu telah menggelar Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia (TIMPI), Bengkulu pada 7-12 November 2013.

Timpi merupakan ajang pertemuan mahasiswa peternakan seluruh indonesia yang diselenggarakan dua tahun sekali. Pada tahun 2013 even nasional tersebut akan diselenggarakan di Universitas Bengkulu, dengan asumsi total institusi yang akan hadir sebanyak 50 institusi dari universitas yang ada diseluruh Indonesia.

Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia kali ini  menjadi ajang yang full scientific. Rangkaian kegiatan yang disusun akan menjadi wadah penjaringan inovasi mahasiswa peternakan Indonesia. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan pada kegiatan tersebut diantaranya :

Seminar nasional dengan tema “ Kupas Tuntas Swasembada Daging Sapi 2014”. Acara ini  dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Rektorat Universitas Bengkulu, pada hari sabtu 9 November 2013, dengan rencana pembicara antara lain Mentri Pertanian kabinet indonesia bersatu jilid 1 yaitu Bapak Anton Apriantono selaku aktor utama di kementan pada saat diwacanakan program swasembada daging pada tahun 2005, Direktur budidaya ternak Bapak Fauzi Luthan, anggota komisi IV DPR RI Bapak Hermanto Tanjung, dari kalangan pengusaha menghadirkan Thomas Sembiring selaku Dirut ASPIDI, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu, Pimpinan Redaksi Trobos dan Akademisi dari Universitas Bengkulu.

Lomba Debat Mahasiswa Peternakan Nasional. Lomba ini terdiri dari 8 tim debat yang terdiri dari berbagai institusi, dengan setiap tim terdiri dari tiga orang. Dengan tema debat masih seputar swasembada daging 2014 dan pembangunan peternakan di indonesia, para peserta dituntut untuk saling mempertahankan argumen dan kekompakan didalam tim. Adapun agenda tersebut akan dilaksanakan pada hari minggu, 10 november 2013 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Bengkulu. Debat akan menggunakan sistem UK dimana orang ke-1 dari tim bertugas sebagai pemapar, orang ke-2 sebagai penguat, dan orang ke-1 dan ke-3 menarik kesimpulan dari argumen orang ke-1 dan ke-2. Kegiatan ini sangat baik dalam membentuk pola pikir yang kritis oleh mahasiswa dalam menelaah suatu masalah bidang peternakan.

Mahasiswa Berprestasi Peternakan se- Indonesia. Merupakan ajang pemilihan mahasiswa berprestasi nasional bidang peternakan, jadi peserta adalah mahasiswa yang sebelumnya diseleksi melalui Karya Tulis Ilmiah yang dinilai oleh dewan juri samapai 10 besar, kemudian mereka diundang pada saat acara untuk mempresentasikan karya ilmiahnya. Mahasiswa berprestasi ini akan dipilih bukan hanya berdasarkan prestasi di bidang akademik, melainkan dilihat dari semua aspek.

Indonesian Livestock Club (ILC). Indonesian Livesctock Club merupakan acara diskusi yang akan dikemas semenarik mungkin. Akan ada lima orang mahasiswa yang akan mempresentasikan makalahnya tentang kebijakan swasembada. Lima orang mahasiswa ini akan dipilih berdasarkan tulisan yang mereka kirim sebelumnya dalam ajang Call for Policy Paper. Peserta diskusi yaitu beberapa pejabat pemerintah Bengkulu, akademisi Universitas Bengkulu, Mahasiswa Peternakan seluruh Indonesia dan akan dipandu oleh TIM ADHOC SWASEMBADA ISMAPETI.

Selain beberapa agenda di atas, juga akan diadakan Focus Group Discusion (FGD) yaitu berbagi data potensi pengembangan peternakan pada masing masing wilayah, acara lainya yaitu LKMM. LKMM merupakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Nasional, yaitu pelatihan yang diikuti ketua himpunan mahasiswa atau ketua senat mahasiswa fakultas peternakan untuk regenerasi di ISMAPETI generasi berikutnya.

More information :
FB : PB ISMAPETI
Twitter : @ismapeti
Blog : timpiunib2013.wordpress.com

penulis: sistanto, mahasiswa fakultas peternakan, universitas bengkulu | editor: sitoresmi fauzi

follow our twitter: @livestockreview

Spread the love

One thought on “ISMAPETI Telah Gelar Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan 2013

Leave a Reply