Ini Bedanya Susu Pasteurisasi dengan Susu UHT, Mana Lebih Baik?

Livestockreview.com, Produk Olahan. Sering melihat kotak atau botol susu bertuliskan pasteurisasi dan UHT di rak supermarket? Keduanya merupakan jenis susu kemasan yang diproses dengan cara yang berbeda. Dikenal ada dua tipe susu berdasarkan proses pengolahannya. UHT merupakan singkatan dari ultra high temperature. Susu jenis ini sering juga disebut sebagai susu steril. Sedangkan susu pasteurisasi, adalah susu yang dipanaskan tidak terlalu tinggi suhunya, sehingga kandungan gizi tidak banyak yang rusak.

Susu UHT itu dipanaskan 140-an derajat celsius selama 1-2 detik. Karena dia steril, dia sering disimpan di rak tanpa pendingin di supermarket,” ujar ahli susu dari IPB Dr. Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si. Sementara susu pasteurisasi, adalah susu yang dipanaskan tidak sampai steril seperti UHT. Dinamakan pasteurisasi karena penemu metode pasteurisasi bernama Louis Pasteur yang berasal dari Perancis.

“Susu pasteurisasi dipanaskan 72-75 derajat celsius selama 15 detik saja. Kalau enggak bisa juga 65 derajat celsius selama 30 menit,” papar Epi. “Bedanya, kalau di supermarket pasti dia disimpan di lemari pendingin karena lama umur simpannya itu hanya satu bulan,” lanjutnya. Perbedaan metode yang dilakukan antara keduanya akan memengaruhi masa simpan produk atau yang biasa kamu kenal sebagai tanggal kadaluarsa. Karena sudah dipanaskan lebih dari 100 derajat celsius, maka susu UHT sudah dalam kondisi steril yang membuatnya lebih tahan lama.

Susu UHT bisa selama sekitar 2-3 bulan selama tidak dibuka dari kemasannya. “Ketika sudah dibuka kan sudah kontak dengan udara, tangan. Jadi walaupun UHT kalau sudah buka kemasan dan ditutup lagi, maka harus disimpan di lemari pendingin supaya bakteri tidak masuk dan berkembang,” papar Epi. Masalahnya adalah, pemanasan yang tinggi terhadap susu UHT akan berpengaruh pada zat gizi dan mikronutrisi yang terkandung pada susu.

Pemanasan yang dilakukan apalagi sudah lebih dari 100 derajat celsius, akan menghilangkan sebagian vitamin dan zat gizi yang ada pada susu. “Makanya kadang ada susu yang difortivikasi, ditambah vitamin nutrisi suplemen gitu setelah disterilisasi,” ujarnya.

Sementara itu, susu pasteurisasi punya kandungan gizi yang lebih banyak dari pada UHT karena hanya dipanaskan dengan suhu tak lebih dari 100 derajat celsius. Dengan demikian, susu pasteurisasi tetaplah lebih baik daripada susu UHT, apalagi susu pasteurisasi sebagian besar dihasilkan dari produk susu dalam negeri, oleh peternak bangsa sendiri.

editor: apriliawati | sumber: kcm

follow our ig: www.instagram.com/livestockreview





Spread the love

Leave a Reply