Indonesia Butuh Pengembangan Pasca Panen Jagung

0
109

Livestockreview.com, Bisnis. Indonesia dapat mencapai target swasembada jagung bila pengembangan pada manajemen pasca panen turut menjadi perhatian.

Menurut laporan tahunan Grain and Feed Indonesia di 2013, jika faktor cuaca mendukung dan penggunaan benih jagung hibrida meningkat, produksi jagung di Indonesia diharapkan dapat tumbuh hingga 2,2% menjadi 9,2 juta ton pada tahun panen 2013/14.

Sementara US Department of Agriculture (USDA) pada November 2013 melaporkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada jagung untuk produksi pakan. Namun, menurut laporan itu, produsen pakan di Indonesia lebih memilih jagung impor karena alasan kuantitas dan kualitas. ”Penanganan pasca panen yang buruk, inkonsistensi kualitas dan kandungan kadar air yang tinggi membuat jagung lokal kurang diminati oleh para produsen pakan,” tulis laporan tersebut.

USDA memprediksi bahwa permintaan jagung di Indonesia untuk kebutuhan pakan akan meningkat sekitar 6,4% menjadi 6,6 juta ton pada tahun panen 2013/14, yang dimulai sejak November 2013.

Dan di periode tersebut, impor jagung oleh Indonesia akan meningkat sekitar 12% menjadi 1,9 juta ton. Sekitar 70% dari jagung impor tersebut akan didatangkan dari India, lalu diikuti dari Argentina, Brazil dan Amerika Serikat.

Dalam upaya meningkatkan penggunaan jagung lokal di Indonesia, produsen pakan dan pengepul/pedagang harus bekerjasama dengan petani untuk meningkatkan penanganan pasca panen, penyimpanan dan peningkatan daya simpan. Karena merupakan bahan baku utama pada pakan unggas, meningkatkan kualitas jagung lokal akan secara signifikan menurunkan biaya produksi.

Para produsen pakan, petani jagung, pengepul/pedagang jagung di Indonesia dapat memperoleh pengetahuan dan teknologi terkini tentang penanganan pasca panen, penyimpanan dan peningkatan daya simpan di Victam Asia, FIAAP Asia dan Grapas Asia 2014 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Thailand pada 8-10 April 2014. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.victam.com, www.fiaap.com & www.grapas.eu.

 

sumber: victam 2014 | editor: sitoresmi fawzi

follow our official twitter: @livestockreview  |  follow our official instagram: livestockreview