Bebek Kalung, Potensi Besar Itik Magelang

0
906

Livestockreview.com, Bisnis. Banyak sekali jenis itik yang berkembang di Indonesia yang biasanya dinamakan sesuai dengan daerahnya. Beberapa di antaranya adalah Itik Tegal, Alabio, Mojosari dan Itik Magelang. Perihal Itik Magelang, keberadaan itik Magelang ini tidak diketahui pasti. Namun karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan itik lainnya, khususnya dalam hal produktivitas telur dan daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan yang baru, maka Itik Magelang banyak dikembangbiakan di beberapa daerah.

Telur itik yang dihasilkan Itik Magelang mempunyai kualitas terbaik. Selain ukuran telurnya besar mencapai 60-70 gram, warna kulit telurnya biru cerah sangat kuat. Ciri khas lainnya adalah pada bulunya. Yakni berwarna coklat muda dengan cincin putih pada leher, sehingga sering disebut dengan ‘Itik Kalung’. Itik Magelang yang berkelamin jantan, dapat dikembangkan sebagai itik potong mencapai berat 1,8-2,5 kg. Sedang betinanya, memiliki berat 1,5-2 kg.

“Khusus untuk betina yang sudah tua atau afkirannya pun, masih memiliki berat yang besar sehingga bisa dikonsumsi. Tak heran, potensi pasarnya sangat terbuka luas. Bahkan, banyak warung-warung makan di kota-kota besar di Indonesia yang menjajakan makanan itik dalam bentuk bebek goreng atau lainnya,” kata Ir H Tri Agung Sucahyo, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, pemerintah telah menetapkan Itik Magelang melalui Keputusan Menteri Pertanian 70/kpts/PD.410/2/2013 tentang penetapan rumpun Itik Magelang. “Itik Magelang dapat berkembang di daerah dengan ketinggian antara 200-600 m diatas permukaan laut (dpl) atau dataran tinggi yang sejuk.

Hal itu sesuai dengan topografi Kabupaten Magelang yang berada di ketinggian 154-3296 meter dpl. Kawasan pengembangan ternak itik diwilayah ini meliputi Kecamatan Secang, Mungkid, Mertoyudan, Muntilan, Grabag, Bandongan, Sawangan, Salaman, Windusari dan Kecamatan Tegalrejo,” lanjutnya.

follow our twitter: @livestockreview

sumber: kryogya | editor:sugiyono