Bangkit dari Keterpurukan Bersama Ayam Lepaas I

0
93

Livestockreview.com, Tokoh. Tidak gampang putus asa adalah salah satu kunci sukses dalam menjalankan usaha. Karakter inilah yang kental tergambar pada kepribadian pemilik usaha rumah makan Ayam Lepaas, Suparno. Hanya dalam tiga tahun, dia mampu memiliki lebih dari 80 gerai.Namanya mungkin terdengar singkat dan sederhana, Suparno. Namun dengan kesederhanaan itulah, dia melafalkan bisnis hingga mencapai sukses. Lelaki kelahiran Deli Serdang ini mampu membangun gurita usaha rumah makan Ayam Lepaas.

Rumah makan yang dirintis di Aceh ini kini berkembang pesat di Pulau Jawa, khususnya di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sejak tahun 2009 hingga Maret 2013, Suparno sudah memiliki 81 gerai Ayam Lepaas.

Lelaki kelahiran 31 Desember 1976 ini juga mengembangkan usahanya ke Yogyakarta, Bali, hingga ke Malaysia. “Selain pulau besar di Indonesia, tahun ini kami sudah bersiap untuk membuka Ayam Lepaas di Filipina,” kata dia. Untuk tahun ini saja, Suparno berambisi membuka 40 gerai–50 gerai.

Suparno baru menerapkan sistem kerja sama dalam wujud penanaman modal, bukan berupa kemitraan atau waralaba. Menurut pengakuan Suparno, paling lama dalam waktu 25 bulan, modal investor senilai Rp 300 juta hingga Rp 500 juta untuk mengembangkan satu gerai, sudah bisa kembali. “Di awal usaha, omzet usaha ini hanya ratusan ribu per hari. Sekarang, ya, sudah sesuai targetlah,” kata Suparno.

Suparno bercerita, “Sejak di SMP saya sudah belajar bisnis, maklum orang tua saya hanya seorang petani. Sebelumnya, sekitar tahun 1960-an, ayah saya hanya seorang tenaga kontrak perkebunan,” kisah Suparno sambil tetap tersenyum. Sejak SMP hingga SMA, Suparno sudah mulai menjual berbagai hal seperti kue, tempe, hasil bumi, dan kaus. Bagaimana suka duka selama merintis bisnis yang ia jalani hingga kini? (BERSAMBUNG)

follow our twitter: @livestockreview

sumber: k0nt4n | editor:sugiyono